12 Siswa SMK di DIJ Tidak Lulus

JOGJA (jurnaljogja) – Sejumlah 12 siswa SMK di DI Jogjakarta (DIJ) dipastikan tidak lulus sekolah sedangkan untuk tingkat SMA dan MA dinyatakan 100 persen lulus.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ,  Baskara Aji menyampaikan, dari 12 siswa yang tidak lulus tersebut terbanyak dari SMK di Kota Yogyakarta (8 siswa) disusul SMK  Kabupaten Sleman (2 siswa) dan Gunungkidul serta Kulonprogo  masing-masing satu siswa. “Siswa SMK dari Bantul  lulus semua,” katanya di kantornya, Jumat (6/5).
Menurut dia,  beberapa faktor penyebab 12 siswa SMK tidak lulus karena tidak mengikuti salah satu mata pelajaran yang diujikan. Alasan lainnya kemungkinan yang bersangkutan sudah bekerja dan tidak mendapat ijin dari perusahaan tempat mereka bekerja. “Saya pastikan banyak siswa SMK  yang tidak lulus karena sudah bekerja,” jelsnya.
Baskara Aji menjelaskan, para siswa SMK yang dinyatakan tidak lulus karena tidak mengikuti UN masih diberi kesempatan untuk mengikuti UN susulan yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang. Termasuk bagi siswa lain yang nilai UN- nya 5,5 ke bawah boleh mengikuti UN susulan.
Dilihat dari nilai rata-rata UN untuk SMA/MA tahun 2016 ini lebih buruk dari tahun lalu. Pada  2015  peserta UN mencapai 20.228 orang, nilai rata-ratanya mencapai 61,14. Namun pada 2016 ini nilai rata-rata UN turun menjadi  57,41, dengan jumlah peserta UN sebanyak 20.641 siswa.
“Kita sedang evaluasi penyebab penurunan nilai rata-rata hasil UN tahun 2016,” katanya.
Menurutnya,  hasil UN tersebut semuanya telah diserahkan ke kepala sekolah masing-masing pada  Rabu 4 Mei lalu. Sehingga pihak sekolah bisa menentukan siswa yang bersangkutan lulus atau tidak ketika digabung dengan nilai ujian sekolah. Dengan kebijakan nilai UN tidak mempengaruhi kelulusan,  maka bisa dipastikan akan banyak siswa yang lulus meski nilai UN hanya 2,2 (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan