UII Genjot Penelitian Mahasiswa

IMG_20160913_163620
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
Rektor UII Ir Harsoyo PhD saat menyampaikan bonus bagi penerima medali perak Pimnas 2016.
JOGJA – Keberhasilan meraih medali pada Pimnas (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) Agustus kemarin di IPB Bogor semakin membuka mata pimpinan UII (Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta pentingnya peningkatan iklim penelitian di kalangan mahasiswa. UII pun menargetkan paling tidak ada dua ribu proposal penelitian per tahun yang dibuat oleh mahasiswa.”Target itu bukan asal-asalan. Dengan jumlah student body sekitar dua puluh ribu termasuk di antaranya lima ribu lima ratus mahasiswa baru, saya kira target itu akan bisa tercapai,” ujar Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UII, Dr Abdul Djamil, saat menerima mahasiswa UII penerima medali Pimnas 2016, di kampus setempat, pekan kemarin.

Pada Pimnas 2016, dari delapan proposal penelitian yang masuk final, para mahasiswa UII memang hanya memperoleh satu medali perak dan satu perunggu. “Tapi prestasi itu cukup membanggakan karena mampu mengungguli beberapa perguruan tinggi besar lain, bahkan perguruan tinggi negeri,” tutur Djamil kemudian.

Lebih membanggakan karena penerimaan pendanaan program PKM dari Kemenristek-dikti tahun ini meningkat. Dari 1.000 proposal yang diajukan, 54 proposal di antaranya berhasil menerima pendanaan program PKM. Dan dari jumlah 54 itu, delapan proposal berhasil masuk final dan meraup dua medali tersebut.

“Menggembirakan sekaligus membanggakan karena penerimaan dana PKM bagi UII tahun ini mengalami peningkatan, sementara banyak perguruan tinggi lain justru mengalami penurunan. Kemudian dari target lima finalis ternyata berhasil terpilih delapan proposal sebagai finalis,” tandas Djamil.

Tak sekadar memasang target, UII pun konsekuen memberikan insentif kepada para mahasiswa yang mengajukan proposal penelitian. Bagitu pula untuk dosen pembimbingnya. Bagi mahasiswa peraih medali dalam Pimnas juga diberi bonus berupa uang tunai Rp 20 juta untuk peraih emas, Rp 15 juta untuk peraih perak, dan Rp 10 juta bagi penerima perunggu. Jumlah yang sama juga diberikan untuk dosen pembimbingnya. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan