Pekan Budaya MasuK UMY

IMG_20161012_203228

Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja

JOGJA (jurnaljogja.com) – Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Umar Priyono mengharapkan peran kampus dalam melestarikan budaya di wilayahnya. “Kampus sebagai sebuah institusi selalu dinilai sebagai agent of change. Selain sebagai agent of change, maka harusnya kampus juga dapat menjadi agent of culture,” harapnya saat pembukaan Pekan Budaya Masuk Kampus (PBMK) di pelataran Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (11/10).
    Pekan budaya ini dinilai sebagai oportuniti bagus untuk melestarikan budaya di Jogja, sebagai wujud dari konsep budaya 3K. Konsep budaya 3K sendiri merupakan Kraton, Kampung dan Kampus, dimana kebudayaan yang ada di Jogja harus mampu meliputi ketiga aspek tersebut. Dengan begitu, kebudayaan di Jogja diupayakan dapat memberikan elemen ke seluruh lapisan masyarakat  Jogja.
    Umar melihat potensi budaya di DIJ sangat luar biasa. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya komunitas-komunitas budaya yang dibentuk oleh masyarakat. Seperti contohnya Ikatan Mahasiswa yang ada di DIJ membentuk kegiatan bernama Selendang Sutra. Ia berharap Jogja harus selalu pro-culture. Karena dengan meningkatkan kegiatan kebudayaan akan berimbas pada peningkatan pariwisata di Jogja lebih baik.
    Pekan budaya digelar selama empat hari, seperti Festival Dolanan Anak, Lomba Kethoprak Ringkes Anak-anak se-DIJ, Panggung Gamelan Anak, Pentas Seni-Budaya Nusantara, Tarian Nusantara, Musik Etnik Nusantara, Workshop, Pentas Seni Lintas Agama dan Keyakinan, serta One Night Jazz. (bam)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan