Olimpiade Budaya Jawa Perkuat Karakter Siswa

 IMG_20170914_185326
Ketua Pelaksana OBJ II Arif Budi Raharjo (dua dari kanan) bersama panitia lainnya saat menyampaikan keterangan pers, di kantor PWM DIY.
JOGJA – Penguatan pendidikan karakter bagi siswa sekolah bisa dilakukan melalui berbagai cara. Hal itu pula yang kemudian direalisasikan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) DIY dengan menggelar OBJ (Olimpiade Budaya Jawa) bagi peserta didik sekolah/madrasah Muhammadiyah.
“Penguatan pendidikan karakter berbasis budaya yang diselenggarakan setahun sekali itu tahun ini merupakan penyelenggaraan kali kedua,” jelas Ketua Pelaksana OBJ II, Arif Budi Raharjo, kepada wartawan, di kantor PWM DIY.
Diawali Taaruf Budaya Jawa, Sabtu (9/9), OBJ juga menggelar kegiatan Seni dan Olahraga Budaya Jawa pada 22-23 September 2017. Beberapa perlombaan, meliputi tari Jawa, karawitan, kaligrafi Jawa, macapat, sandiwara dagelan Mataram, jemparingan, dan beladiri Tapak Suci. Pada penutupan, 30 September 2017, dilaksanakan Malam Puncak Pagelaran Budaya Jawa, di Titik Nol Jogjakarta.
Bekerjasama dengan LSBO (Lembaga Seni Budaya dan Olahraga) Wilayah dan Daerah serta BKS (Badan Kerjasama Sekolah) di seluruh jenjang, peserta OBJ II merupakan siswa-siswi SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA Muhammadiyah yang menjadi kontingen/utusan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah di DIY.
“OBJ juga sebagai media apresiasi terhadap nilai budaya Jawa dan kreativitas seni budaya. Sekaligus meningkatkan keeratan tali silaturahim di antara peserta didik Muhammadiyah, agar tumbuh semangat kompetisi maupun kolaborasi dalam berdakwah dan berprestasi,” ujar Arif.
Ia pun mengharapkan, OBJ II dapat menjadi media pengembangan nilai persatuan, keguyuban, yang akan mencegah terjadinya perpecahan dan kekerasan di kalangan pelajar.
“Sebagai salah satu realisasi program penguatan kerjasama sinergi antar-lembaga, kepanitiaan melibatkan seluruh unsur terkait dalam persyarikatan. Kami juga tengah berupaya agar gelaran tahunan ini bisa masuk menjadi salah satu kegiatan dalam kalender tetap agenda pariwisata di Jogjakarta,” tandas Arif. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan