60 Persen PTS di Jogja Tak Sehat

JOGJA (jurnaljogja) – Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Wilayah V Jogjakarta, Dr Kasiyarno MHum menyebut,  dari 106 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jogjakarta, 60 persennya tidak sehat. Tidak sehat dalam hal finansial, organisasi, komitmen yayasan dan kinerja dari perguruan tinggi tersebut.
”Sekarang ini persaingan PTS cukup ketat.’Kalau tidak siap, tinggal menunggu waktu kapan perguruan tinggi tersebut gulung tikar,” ingatnya, kemarin.
    Diakui, di era kompetisi seperti sekarang ini, hampir semua bidang, baik perdagangan maupun lembaga pendidikan,  khususnya PTS dituntut kerja keras dan profesional, bila tidak ingin ketinggalan. “Tanpa itu, cepat atau lambat, bila tidak bisa menyesuaikan, maka PTS bersangkutan pasti akan gulung tikar,” tandasnya.
     Menurut dia, sejak 5 tahun terakhir ini ada beberapa PTS yang rontok alias gulung tikar. Permasalahan terbesar PTS tutup, terutama pada Sumber Daya Manusia (SDM), finansial atau pendanaan dan organisasi serta masalah yayasan dan kepemimpinan yang tidak harmonis. “Mestinya, di era kompetisi seperti sekarang ini masalah seperti itu sudah tidak ada lagi,” katanya.
Berkait itu, maka tantangan Aptisi ke depan diakui akan kian sulit dan berat kalau tidak bisa melakukan terobosan. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan