ABKIN Harus Jadi Inisiator Perubahan

ABKIN: Rapat pengurus PD ABKIN DIJ jelang Kongres XIII Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia, di Pekanbaru, Riau, 27-29 April 2018.

ABKIN: Rapat pengurus PD ABKIN DIJ jelang Kongres XIII Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia, di Pekanbaru, Riau, 27-29 April 2018.

JOGJA – Dinamika dan tantangan pendidikan nasional maupun kehidupan sosial kemasyarakatan ke depan akan semakin kompleks. Partisipasi dan kontribusi ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) yang akan datang pun tak lagi semata-mata berorientasi pada program dan kegiatan yang bersifat praktis, namun mesti ikut ambil bagian dalam konstelasi strategis.

“ABKIN di masa datang harus menjadi inisiator perubahan, mengawal dan mendorong perubahan-perubahan mendasar dalam ranah yang lebih konseptual dan berorientasi terlibat dalam penyusunan kebijakan,” ujar Ketua PD ABKIN DIJ, Fathur Rahman Bahrinsyah, di Jogjakarta, Jumat (20/4), jelang Kongres XIII Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia, di Pekanbaru, Riau, 27-29 April 2018.

Kongres ABKIN bukan ajang adu pendapat dan debat kusir, namun merupakan forum permusyawaratan tertinggi dalam organisasi profesi ABKIN dengan agenda utama evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya dan perumusan langkah-langkah strategis melalui penataan kaidah organisasi profesi yang tercakup dalam AD/ART dan Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling.

Oleh karena itu, PD ABKIN DIY mengajak kepada seluruh peserta dan peninjau Kongres untuk melakukan evaluasi yang bersifat otokritik bagi diri profesi BK secara lebih obyektif, transparan, terbuka, dan berimbang, tanpa tendensi apa pun. Mematuhi tata tertib pelaksanaan Kongres dengan mekanisme pengambilan keputusan didasari atas prinsip permusyawaratan perwakilan.

“Aspirasi atau pendapat apa pun hendaknya senantiasa berada dalam jalur komunikasi dan koordinasi yang terwakili oleh Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang masing-masing. Senantiasa berpartisipasi aktif dalam berbagai agenda Kongres dari awal sampai akhir, terutama saat pembahasan berbagai kaidah organisasi profesi, yakni AD/ART, Kode Etik, dan Garis Besar Program Kerja,” tandas Fathur.

Menyongsong perhelatan akbar empat tahun sekali itu, PD ABKIN DIJ pun telah menyiapkan butir-butir pernyataan yang sengaja dirumuskan untuk memberikan perspektif yang lebih jernih bagi seluruh masyarakat profesi BK tentang makna penting penyelenggaraan Kongres bagi ABKIN di masa yang akan datang. “Jangan sampai berbagai pihak terjebak dan terkesan mereduksi kongres menjadi sebatas kasak-kusuk dan hiruk-pikuk pragmatis karena ingin menjagokan figur tertentu dan merintangi figur yang lainnya,” tutur Fathur kemudian.

PD ABKIN DIY pun mengajak dan mengimbau kepada seluruh peserta, peninjau, dan penggembira Kongres untuk menyukseskan Kongres dan Konvensi Nasional ABKIN dengan senantiasa mengedepankan semangat persaudaraan, saling menghargai, dan dapat menerima berbagai keragaman yang ada tanpa terkecuali. “DIJ sendiri telah mempersiapkan diri sejak Januari 2018,” jelas Wakil Ketua PD ABKIN DIY, Dr Sigit Sanyata.

Berdasarkan rapat pengurus, Selasa (17/4), PD ABKIN DIJ mengesahkan jumlah delegasi yang akan berangkat sejumlah 16 orang. “Lebih penting lagi, kami telah mencoba merumuskan butir-butir pernyataan yang dianggap penting menyongsong Kongres yang akan datang,” timpal Sekretaris PD ABKIN DIY, Dodi Hartanto. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan