Aisyiyah Bertekad Jihad Ekonomi

Aisyiyah: Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini (tengah), menyampaikan penjelasan seputar Tanwir I Aisyiyah yang akan digelar di Surabaya, 19-21 Januari 2018.

Aisyiyah: Ketua Umum PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini (tengah), menyampaikan penjelasan seputar Tanwir I Aisyiyah yang akan digelar di Surabaya, 19-21 Januari 2018.

JOGJA – Masalah perekonomian, seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, dan penguasaan kekayaan negara oleh sekelompok kecil masyarakat masih saja menghantui kendati negeri ini sudah merdeka 72 tahun. Perempuan dan anak-anak diyakini sebagai kelompok masyarakat yang paling merasakan dampaknya.

“Kami sebagai persyarikatan perempuan bertekad melakukan jihad ekonomi. Terlebih, hingga saat ini belum ada usaha yang masif untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama perempuan,” ungkap Ketua Umum PP (Pimpinan Pusat) Aisyiyah, Dra Siti Noordjannah Djohantini MM MSi, di kantor PP Aisyiyah, Jl KHA Dahlan Jogjakarta, Selasa (16/1).

Karena itulah pada pelaksanaan Tanwir I, di Universitas Muhammadiyah Surabaya, 19-21 Januari 2018, Aisyiyah mengangkat tema Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Pilar Kemakmuran Bangsa. “Tema itu menjadi penting karena selama ini pun Aisyiyah telah mengikhtiarkan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan melalui komunitas maupun secara kelembagaan,” ujar Noordjannah.

Aisyiyah pun perlu melakukan jihad ekonomi karena kemiskinan masih menjadi persoalan besar di negeri ini. Mengutip data BPS (Badan Pusat Statistik) Maret 2017, Noordjannah mengemukakan, masih ada 27,7 juta jiwa penduduk Indonesia dalam kategori miskin. “Bukan jumlah sedikit dan mereka semua perlu dientaskan dari kemiskinan,” tandasnya.

Perempuan, lanjutnya, memiliki potensi dan kemampuan luar biasa dengan cara arif dan pintar untuk mengelola uang. Tanpa menafikkan peran laki-laki, jika perempuan memiliki otoritas ekonomi maka dampaknya pasti positif tak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain. “Karena itulah jihad ekonomi menjadi perhatian besar bagi Aisyiyah,” tutur Noordjannah kemudian.

Pada pleno Tanwir tersebut, Aisyiyah akan mengundang sejumlah tokoh dan pejabat sebagai narasumber. Antara lain Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Dengan pengarahan pembukaan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, pleno Tanwir juga mengundang tokoh dan pakar perempuan, seperti Prof Dr Siti Zuhro, Chusnul Mar’iyah PhD, serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Sebagai rangkaian acara Tanwir, akan digelar pula temu bisnis UMKM Aisyiyah, Bazaar UMKM Aisyiyah, serta Jambore Pangan Lokal Sehat dan Pentas Seni. Tak ketinggalan, pawai Ta’aruf dan jalan sehat keluarga, konseling kesehatan dan psikologi, sarasehan koperasi Aisyiyah se Jawa-Bali, serta kegiatan lain yang dilaksanakan Universitas Muhammadiyah Surabaya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan