Akprind Mantapkan Kerjasama Internasional

wisuda akprind
JOGJA – Sebagai perguruan tinggi yang masuk peringkat 100 besar secara nasional, IST (Institut Sains dan Teknologi) Akprind Jogjakarta terus meningkatkan kualitas SDM dosen dan mahasiswa serta jaringan kerjasama, dalam maupun luar negeri.

Untuk menindaklanjuti kerjasama luar negeri, Akprind telah mengirim tujuh mahasiswa KKN internasional di Hatyai-Thailand dan mengirimkan tiga orang untuk magang di Taiwan. “Semoga semua itu semakin memantapkan kiprah IST Akprind dalam kerjasama internasional,” ungkap Rektor IST Akprind, Dr Ir Amir Hamzah MT, pada upacara wisuda Sarjana dan Ahli Madya kampus tersebut, di Ballroom Hotel Sheraton, Jogjakarta, Sabtu (29/9).

Rektor juga mengucapkan selamat dan rasa bangganya kepada dosen Teknik Mesin, Dr Hadi Saputro ST MEng, yang telah menyelesaikan studi doktornya sehingga menambah jumlah doktor IST Akprind menjadi 16 orang. “Semoga dapat momotivasi tujuh calon doktor lainnya untuk segera menyelesaikan studinya dalam rangka memperkuat SDM dosen IST Akprind,” tuturnya.

Kepada wisudawan, rektor berpesan, sebagai sarjana dan ahli madya yang akan segera terjun ke masyarakat, akan menghadapi realitas negeri kita yang sedang penuh dengan dinamika masalah. “Berbagai problem tengah menimpa negeri kita. Masalah hukum, ekonomi, politik, bahkan moral,” kata Ahmad.

Meningkatnya masalah pengangguran, kemiskinan, dan berbagai kejahatan memerlukan kearifan untuk mensolusinya. “Maka sebagai intelektual muda saudara diharapkan ikut mencari solusi. Setidaknya tidak menambah masalah bagi negeri kita,” pesan rektor kemudian.

Pada kesempatan itu, Akprind mewisuda 230 orang lulusan. Terdiri dari 186 Sarjana dan 44 Ahli Madya. Sebanyak 32 wisudawan lulus dengan predikat cum laude, masing-masing 27 orang S1 dan 5 orang D3. Lulusan terbaik program Sarjana, Tata Fajri Nurrahmi dari prodi Teknik Industri dengan IPK 3,99 dan lama studi 3 tahun 10 bulan. Lulusan terbaik program Diploma III, Erwin Wicaksono dengan IPK 3,64 dan lama studi hanya 2 tahun 11 bulan.

Pada 17 Agustus 2018, lanjut Ahmad, Kemenristekdikti kembali mengumumkan hasil cluster dan pemeringkatan terhadap 2.010 perguruan tinggi non politeknik di Indonesia. IST Akprind masuk 100 besar pada peringkat 99 nasional, peringkat 11 PTN/PTS DIY, dan peringkat 7 dari 107 PTS DIY.

Itu berarti IST Akprind mampu mempertahankan posisi 100 besar selama tiga kali dalam empat kali pemeringkatan sejak 2015. “Hal tersebut menjadi referensi bagi masyarakat, IST Akprind telah menyelenggarakan pendidikan yang memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh pemerintah,” tandas Ahmad. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan