Aktivis Muda Muhammadiyah Ingin Nawacita Lanjut

Deklarasi RIB Jogja

Deklarasi RIB Jogja

JOGJA – Komunitas kaum milenia digawangi aktivis muda Muhammadiyah membentuk RIB (Rumah Indonesia Berkemajuan) dan mendukung salah satu pasangan capres-cawapres. Antara lain, mereka menginginkan program Nawacita terus berlanjut.

“Program itu kami nilai sebagai landasan yang tepat dan akan semakin strategis jika terus dilanjutkan,” ujar Koordinator RIB Jogja, Velandani Prakoso, pada deklarasi dukungan RIB Jogja, di Jogjakarta, Rabu (10/4), yang dihadiri tak kurang dari 150 orang anak-anak muda itu.

Di tingkat pusat, deklarasi RIB telah dilaksanakan Oktober 2018 lalu. “Kami, komunitas relawan kaum milenial, antara lain tak ingin negara ini menjadi negara intoleran, negara yang eksklusif. Kami mengusung jargon Milenial Berkemajuan untuk menyuarakan aspirasi kalangan muda,” ungkap Koordinator RIB Pusat, Chairul Mutaqqin.

Mengemukakan tanggungjawabnya sebagai kader Muhammadiyah dan bangsa, Velandani menegaskan, RIB Jogja bertekad akan menjadikan nilai agama sebagai nilai luhur dalam berbangsa dan bernegara sebagai ujud sila pertama Pancasila.

Menjadikan Pancasila sebagai landasan filosofi serta alam pikir seluruh bangsa dan negara, menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan sosial sebagai usaha untuk mengatasi kesenjangan sosial.

Hal lain, mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara sehingga Indonesia menjadi bangsa yang kokoh dan berkemajuan. “Penguatan daya saing sumberdaya manusia untuk berkompetisi di ranah global, serta sikap proaktif untuk dunia Islam agar menjadi kekuatan Indonesia selain politik bebas aktif dan melahirkan kekuatan baru sebagai bangsa Muslim terbesar di dunia,” papar Velandani.

RIB Jogja pun menilai, Jokowi-Ma’ruf pasangan yang memiliki komitmen sekaligus dukungan kuat pada Islam moderat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesatuan kemanusiaan, kesetaraan dan kebhinekaan. “Masa depan wajah Islam Indonesia yang moderat sangat ditentukan oleh pasangan ini,” imbuh Velandani.

Mereka juga berpendapat, Kabinet Kerja selama ini telah bekerja baik. “Memiliki semangat yang sama dengan etos kerja Muhammadiyah yang lebih mengedepankan amal, daripada sekadar retorika dan angan-angan belaka,” tandas Velandani. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan