Alat Peraga Edukasi Harus Berlisensi SNI

IMG_20171111_130208

INSPIRASI: Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Dr Suyadi (kanan) menyerahkan cenderamata kepada pimpinan Pustaka Insan Madani Muhidin saat kunjungan industri di kantor Pustaka Insan Madani Jl Kenangan Maguwoharjo, Depok, Sleman (10/11).

JOGJA – Alat peraga edukasi memiliki peran penting dalam bidang pendidikan. Tapi, tidak semua alat peraga pendidikan layak diterapkan dalam kegiatan belajar dan mengajar.

Alat peraga edukasi yang layak dijadikan media pembelajaran di sekolah wajib memiliki lisensi kualitas standard nasional Indonesia (SNI). Label SNI merupakan standardisasi mutu dan kualitas produk yang diakui oleh negara. Dengan SNI, produk alat peraga edukasi dapat dimanfaatkan secara nasional.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan industri mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (MPAI UAD) Yogyakarta di kantor Pustaka Insan Madani yang tertelak di Jl Kenanga Maguwoharjo, Depok, Sleman (10/11).

“Insan Madani memiliki banyak alat peraga edukasi. Sebagian tentang pembelajaran agama Islam,” jelas Muhidin, pimpinan Insan Madani.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (MPAI UAD) Yogyakarta Dr Suyadi menyatakan, semangat penelitian untuk menghasilkan alat peraga edukasi tertanam kuat di mahasiwa MPAI UAD. Penelitian dilakukan untuk membuat alat peraga edukasi bersifat tangible (berwujud) maupun intangible (tak berwujud).

“Semangat penelitian itu wajib terus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan industri seperti yang dilakukan ke Insan Mandiri sangatlah penting untuk menambah wawasan. Mahasiswa dapat berbagi dan melihat langsung proses produksi alat peraga edukasi.

“Karya-karya Insan Madani sangat menginspirasi. Produknya sangat beragam dan sudah memiliki standardisasi,” jelas Dr Suyadi. (app/mpai-uad/mad)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan