Amin PPP Janji Redam Knalpot Simpatisan

Amin Zakaria

Amin Zakaria

JOGJA – Ketua DPW PPP (Dewan Pimpinan Wilayah – Partai Persatuan Pembangunan) DIY, Amin Zakaria berjanji akan sebisa mungkin meredam konflik internal di tubuh partai bergambar Ka’bah itu. Ia juga berjanji akan meredam suara bising knalpot sepedamotor para simpatisan saat menghadiri kampanye.

“Untuk DIY, konflik internal di tubuh partai kami sudah selesai. Insya Allah tidak akan ada ketegangan di antara konstituen pada masa kampanye ini. Termasuk suara bising knalpot kendaraan yang biasanya dikendarai oleh anggota laskar maupun simpatisan,” ujar Amin, saat berbincang dengan wartawan, di Jogjakarta, Minggu (23/9).

Amin yang tidak maju sebagai caleg (calon legislatif) untuk Pemilu 2019 nanti akan berupaya semaksimal mungkin menghilangkan fiksi-fiksi di antara kader PPP. “Di DIY itu banyak sekali Laskar sebagai simpatisan PPP dan hampir semuanya militan. Tapi sebisa mungkin telah kami beri arahan untuk menghindari konflik yang hanya akan merugikan semua pihak,” katanya.

Sosok yang sangat menginginkan pembenahan di tubuh PPP itu meyakini, tidak akan ada konflik berlebihan di antara simpatisan PPP di DIY. “Saya yakin tidak akan terjadi konflik seperti itu. Tapi kalau sudah muncul tindakan berlebihan dan melanggar hukum, kami juga tidak akan tinggal diam,” tandas Amin.

Karena itu pula, Amin meminta, agar aparat kepolisian bisa berlaku tegas. Terutama untuk meredam potensi konflik sebelum terjadi hal-hal atau tindakan yang tidak diinginkan. “Kepada simpatisan, kami imbau untuk melakukan kampanye secara damai. Jangan olok-olokan. Atau, jangan ledekan dibalas dengan ledekan pula,” tuturnya kemudian.

Untuk meredam suara bising knalpot sepedamotor yang diakuinya sering dilakukan simpatisan PPP saat menghadiri kampanye atau satu kegiatan partai, Amin berjanji, akan meredamnya semaksimal mungkin. “Mungkin untuk seratus persen menghilangkan, barangkali akan susah. Tapi upaya ke sana pasti kami lakukan,” paparnya.

Hanya saja, seringkali para simpatisan terutama anak-anak muda itu terpancing oleh simpatisan partai lain sehingga sangat susah memang untuk menghilangkannya sama sekali. “Barangkali dalam waktu dekat akan saya gelar festival atau lomba laskar terbaik tanpa suara bising knalpot. Juga hadiah bagi Laskar yang mengenakan kostum terbaik,” kata Amin lebih jauh.

Tidak mencalonkan diri sebagai caleg karena ingin membenahi tubuh partai, Amin menyatakan, potensi sumberdaya manusia PPP DIY sangat besar. Mereka juga sangat militan. “Saya ingin menyatukan mereka agar menjadi organisasi yang modern untuk kesejahteraan bangsa dan negara. Meski bukan berarti melupakan kesejahteraan konstituen,” tegasnya.

Amin ingin menjadikan PPP sebagai partai politik, sebagai sebuah rumah untuk membangun bangsa dan negara ini tanpa mengenyampingkan fungsinya untuk menyampaikan kontrol sosial. “Pemerintah atau siapa pun yang berkuasa, akan tidak elok jika tanpa kontrol. Satu kali saja salah mengambil kebijakan, maka dampaknya bisa saja masih akan dirasakan hingga ratusan tahun kemudian. Karenanya, kontrol sangat perlu,” tuturnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan