Anak Muda Minim Tantangan Heroik

H Sukamta

H Sukamta

JOGJA – Tak seperti generasi sebelumnya, Generasi 45 maupun Generasi 66, anak muda atau generasi muda saat ini minim dengan tantangan heroik. Bahkan tak ada tantangan yang menumbuhkan heroisme. Justru yang muncul saat ini tantangan yang melenakan.

“Karena itulah perlu terus dilakukan pewarisan nilai-nilai heroisme kepada anak-anak muda sekarang ini. Jangan hanya budaya pop yang cenderung melenakan,” ujar anggota Komisi I DPR RI, Dr H Sukamta, di sela Sosialisasi & Evaluasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara, yang diikuti anak-anak muda, di Jogjakarta, Sabtu (30/3).

Sosialisasi & Evaluasi itu juga menampilkan pembicara lain, Kolonel Inf Alex Batoek, Analis Madya Subdit Lingja, Direktorat Bela Negara, Ditjen Pothan, Kementerian Pertahanan, yang banyak menyampaikan mengenai empat pilar kebangsaan.

Negara saat ini, imbuh Sukamta, memang sedang menghadapi krisis pewarisan nilai-nilai nasionalisme terutama kepada generasi muda. “Berbagai kemajuan yang ada sekarang ini justru menumbuhkan kemudahan. Berikutnya, melenakan anak-anak muda,” katanya.

Tak berlebihan jika sekarang ini perlu terus ditanamkan nilai-nilai nasionalisme, kebangsaan, di kalangan anak-anak muda di tengah budaya dan kemajuan teknologi sekarang ini. “Untuk itu perlu penanaman nilai-nilai tersebut secara lebih komprehensif,” tutur Sukamta.

Sebenarnya sudah sejak 2014, diusulkan pendekatan yang lebih komprehensif terhadap anak-anak muda itu. Misalnya saja melalui komik, film, vlog, maupun media sosial yang memuat nilai-nilai nasionalisme, yang disukai anak-anak muda.

“Karya-karya itu harus dibuat oleh negara tanpa menggurui. Atau jika perlu negara memberikan subsidi kepada para sineas, budayawan, yang menghasilkan karya-karya bernafaskan nasionalisme. Secara halus, rasa cinta tanah air perlu senantiasa disampaikan,” tandas Sukamta.

Kecintaan terhadap tanah air, menurut Sukamta, sangat penting dikemukakan kepada anak-anak muda agar mereka juga memiliki rasa bela negara yang sangat diperlukan bagi negara ini. “Indonesia itu negara besar dan memiliki kekayaan berlimpah sehingga menjadi incaran negara-negara lain. Anak-anak muda perlu menyadari dan menyikapinya secara hati-hati,” katanya.

Di hadapan anak-anak muda itu, Sukamta pun menegaskan, perlunya generasi muda sekarang ini meresapi dan menjaga betul empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Bahkan Pancasila, menurut saya, merupakan warisan yang sangat luar biasa dari para pendiri bangsa ini, yang patut kita jaga selamanya,” tuturnya lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan