Bank BPD DIY Gaet Kaum Milenial

Basket: Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmad (dua kanan) usai menandatangani kerjasama sebagai official partner klub bolabasket Bima Perkasa Jogja, di Jogjakarta, Selasa (29/1) sore.

Basket: Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmad (dua kanan) usai menandatangani kerjasama sebagai official partner klub bolabasket Bima Perkasa Jogja, di Jogjakarta, Selasa (29/1) sore.

JOGJA – Mengikuti tren anak muda, sekaligus menepis identifikasi sebagai bank PNS, Bank BPD DIY kembali menjadi official partner klub bolabasket asal DIY, Bima Perkasa Jogja, menyusul penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Dirut Bank BPD DIY, Santoso Rohmad dengan Presiden Klub Bima Perkasa Jogja, dr Edy Wibowo SpM MPH, di Jogjakarta, Selasa (29/1) sore.

“Bima Perkasa Jogja satu-satunya klub basket profesional di DIY yang memiliki segmen followers anak muda. Kami harapkan dapat menjadi brand influencer produk bank kami untuk menggaet kaum milenial,” ujar Santoso.

Memasuki musim kompetisi bola basket nasional, IBL (Indonesian Basketball League) 2018/2019, Bank BPD DIY tetap berkomitmen menjadi official partner klub BPJ (Bima Perkasa Jogja) untuk berlaga di kompetisi bolabasket tersebut. “Kami harapankan BPJ mampu membawa kemenangan dan mengharumkan nama DIY di kancah nasional,” tutur Santoso kemudian.

Dukungan kepada BPJ, lanjutnya, pun dalam rangka mendukung prestasi olahraga di DIY, khususnya cabang bolabasket, di tingkat nasional. “Kerjasama ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi Bank BPD DIY maupun Bima Perkasa,” tandas Santoso.

Meraih segmen milenial, sejak beberapa tahun terakhir Bank BPD DIY serius mengembangkan produk berbasis teknologi digital seperti mobile banking, Cash Mangement System, T-Money, E-Money, untuk memenuhi kebutuhan kaum milenial dalam transaksi finansial.

Kinerja Bank BPD DIY selama 2018 menunjukan pertumbuhan positif. Aset per Desember 2018 tercatat Rp 12,06 triliun, naik 2,79 persen dibandingkan 2017. Penghimpunan DPK (dana pihak ketiga) mencapai Rp 886 triliun, naik sebesar 9,64 persen dibanding posisi akhir tahun 2017. Penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 7,45 triliun, atau naik 13,71 persen dibanding posisi akhir tahun 2017. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan