Bantuan Dana Pendidikan Mahasiswa UNY

 IMG_20170212_174722
Theo L Sambuaga (paling kiri) saat menyerahkan BMB bagi mahasiswa UNY.
JOGJA – Sebanyak 200 orang mahasiswa berprestasi UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) yang berasal dari keluarga kurang mampu, menerima bantuan dana pendidikan atau BMB (Bantuan Mahasiswa Berprestasi) dari pihak swasta.
“Kali ini bantuan kami berikan kepada mahasiswa non bidik misi atau yang tidak menerima beasiswa Bidik Misi dari pemerintah,” jelas Rektor UNY, Prof Dr Rochmat Wahab MPd MA, usai penyerahan BMB tersebut, di kampus setempat, Selasa (7/2).
Pemberian kepada mahasiswa non bidik misi, lanjut Rochmat, sebagai upaya pemerataan penyaluran dana pendidikan. “Kami berharap dengan adanya BMB, ini para mahasiswa semakin giat meraih prestasi yang lebih baik,” tegasnya.
Dalam acara penyerahan BMB Lippo Group itu, Rochmat pun mengemukakan, UNY selalu berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya. Bahkan peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi sebuah kebutuhan bagi tiap perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami sadar betul Yogyakarta sebagai ikon pendidikan di Indonesia. Karena itu, kami juga punya kewajiban memelihara dan meningkatkan kualitas pendidikan,” imbuhnya.
Rochmat pun berpesan pada mahasiswa penerima BMB untuk dapat memanfaatkan dana pendidikan tersebut sebaik-baiknya guna mengembangkan pendidikan mereka. Ia pun berharap makin banyak program CSR pihak swasta yang dialokasikan untuk mendukung pendidikan nasional.
Lippo Group memberikan BMB tahun 2016 itu pada 10 PTN se Indonesia, salah satunya UNY. Total dana yang disiapkan Rp 1,5 miliar, dan Rp 150 juta di antaranya diberikan pada para mahasiswa UNY.
Presiden Lippo Group, Theo L Sambuaga mengatakan, pihaknya telah melaksanakan program BMB sejak 2011. Tiap tahunnya dipilih 10 PTN. Bantuan dimaksudkan untuk mendorong prestasi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang datang dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.
“Dalam istilah kami, masyarakat berpenghasilan rendah. Apalagi kami tahu, cukup banyak mahasiswa yang memiliki prestasi gemilang meski mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini sebagai ujud komitmen kami membantu karena bagi kami persoalan ekonomi tidak boleh menghambat prestasi,” jelas Theo. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan