Basarnas Tingkatkan Kapasitas SDM

Basarnas: Sebagian peserta kursus dan seminar internasional tentang kebencanaan, di Pascasarjana UGM, Senin (15/10), berfoto bersama Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto (bawah tengah).

Basarnas: Sebagian peserta kursus dan seminar internasional tentang kebencanaan, di Pascasarjana UGM, Senin (15/10), berfoto bersama Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto (bawah tengah).

JOGJA – Kapasitas SDM (sumberdaya manusia) dan peralatan Basarnas (Badan SAR Nasional) sudah cukup memadai, tapi khusus untuk kapasitas SDM masih perlu ditingkatkan. Beberapa anggota Basarnas pun mengikuti kursus sekaligus seminar internasional di Pascasarjana UGM hingga Jumat (19/10) besok.

“Peningkatan kapasitas diperlukan agar anggota mampu terus mengikuti perkembangan situasi kebencanaan, serta agar lebih terampil dan profesional. Terlebih banyak bencana di Indonesia,” ujar Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, di sela acara tersebut, Senin (15/10).

Untuk peralatan, lanjut Nugroho, sudah cukup memadai meski pengadaannya masih harus didatangkan dari luar negeri. “Tapi, ke depan, akan kami perbanyak peralatan produk dalam negeri. Ini juga sesuai dengan kebijakan pemerintah saat ini,” tuturnya kemudian.

Mengenai personil Basarnas, lanjut Nugroho, saat ini berjumlah 3.400-an secara nasional. Masih sangat kurang karena idealnya 7.000-10.000 personil. “Hanya saja, kami memiliki tenaga potensial yang itu terus kami bina, seperti para pemuda, anggota TNI/Polri, organisasi kemahasiswaan, dan lain-lain yang sewaktu-waktu bisa kita kerahkan,” katanya.

Kursus yang dilaksanakan Pascasarjana UGM itu, menurut Haris selaku Kepala Biro Perencanaan Basarnas, sangat penting terutama untuk membekali personil dengan metodologi atau standar internasional dalam hal pencarian dan pertolongan. “Bersyukur hadir pula para pakar dari negara-negara Asia Pasifik. Itu sangat bermakna karena Basarnas saat ini sedang mengejar sertifikasi internasional,” paparnya.

Juga menggembirakan, selain dari Jogjakarta, peserta juga datang dari luar Jogjakarta seperti Sumatera Utara, Palembang, dan lain-lain sehingga selain meningkatkan kapasitas SDM, kegiatan kali ini bisa pula menjadi penguatan sehingga anggota tidak gagap saat menghadapi bencana.

Dekan Pascasarjana UGM, Prof Ir Siti Malkhamah MSc PhD, mengemukakan, acara digelar terutama agar bencana bisa tertangani lebih cepat dan lebih baik. “Seperti diketahui, setiap menghadapi bencana, koordinasi lintas sektor tidak mudah. Belum lagi koordinasi menyangkut bantuan internasional. Peralatan sudah bagus, memang. Tapi perlu penyaiapan cara dan teknologinya agar lebih siap saat menghadapi bencana,” tandasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan