Batan Perlu Dikenalkan Para pelajar

 IMG_20170806_104736
JOGJA (jurnaljogja.com) –  Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti menilai perlunya Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dikenalkan pada para pelajar dan mahasiswa, termasuk dosen dan para peneliti serta pemuka agama. “Sehingga nuklir tidak selalu dipandang negatif, khususnya oleh LSM,” katanya di sela diskusi terbatas “Optimalisasi Pemanfaatan Reaktor Nuklir Batan” di Batan Babarsari, Jogjakarta, Jumat (4/8).
      Sementara  Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto menyampaikan hasil survei yang dilakukan Batan dalam tiga tahun terakhir dukungan masyarakat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ( PLTN) meningkat. Survei yang melibatkan 4.000 responden pada 2014 dukungan masyarakat untuk PLTN mencapai 72%, kemudian 2015 mencapai 75%, dan 2016 menembus 77,35%. “Tahun ini kita tidak mengadakan survei karena takut angkanya meningkat dratis,” katanya
    Sebagai langkah awal untuk mempercepat pembangunan PLTN, pihaknya melakukan uji kelayakan dan visibilitas di 2 provinsi, yaitu Bangka Belitung pada 2011-2013 dan NTB di 2014-2017. “Semua dinyatakan siap dan didukung pemda,” jelasnya.
    Menurutnya, sekarang yang dibutuhkan adalah kemauan dari pemerintah untuk mewujudkanya. Sebab dukungan pembangunan PLTN juga diberikan DPR. Karena untuk membangun PLTN dari nol sampai berfungsi penuh dibutuhkan waktu 7-10 tahun.
     Sedangkan Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Bambang Setiadi berharap pemerintah segera mewujudkan PLTN untuk mendukung kebutuhan industri. Batan sendiri melkukan uji kelayakan pembangunan PLTN di Nusa Tenggara Barat (NTB).
     Menurutnya kebutuhan PLTN di Indonesia semakin mendesak dipenuhi. Ini mengingat semakin menipisnya ketersediaan bahan baku yang tidak bisa diperbarui ,seperti batu bara dan minyak bumi. Bambang menyebut nuklir sebagai energi terbarukan yang luar biasa dan tidak akan pernah habis. “Semua negara maju seperti Perancis, Nowergia, dan Jepang hampir 70% kebutuhan listrik mereka disuplai dari PLTN,” jelasnya. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan