Begini Semestinya Generasi Z

IMG-20190506-WA0036

JOGJA – Menjadi bagian dari Generasi Z bukan perkara mudah. Berbeda dari generasi yang lahir di fase sebelumnya, Generasi Z yang lahir dalam kurun waktu 1995 hingga 2014 dituntut mampu berkolaborasi alih-alih hanya saling berkompetisi.

“Generasi Z harus memiliki semangat orang lain itu rekan. Generasi ini harus mampu berkolaborasi dalam membangun networking agar kerja lebih produktif dan bermanfaat,” ungkap Wakil Rektor I Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr Muchlas MT, di sela penyerahan beasiswa kepada 946 mahasiswa UAD, di kampus setempat, Sabtu (4/5).

Generasi Z, imbuh Muchlas, harus bisa menggunakan media atau sarana yang diberikan kampus dalam pengembangan diri dan untuk berkolaboratif. Apalagi mereka tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik namun juga softskill atau kompetensi lainnya.

“Kompetensi akademik dan lainnya ini bisa dibangun lewat unit kegiatan mahasiswa,” tandas Muchlas.

Kepala Biro Kemahasiswaaan dan Alumni UAD, Dedy Purnomo mengungkapkan, sebanyak 946 mahasiswa angkatan 2018 pada tahun ini menerima beasiswa sebesar Rp 1 juta per orang. Beasiswa diberikan bagi mahasiswa yang memiliki nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 3,25.

“Persaingan cukup ketat sehingga ada beberapa program studi yang menaikkan standar IPK bagi penerima beasiswa,” jelasnya.

Beasiswa ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk lebih giat lagi berprestasi. Apalagi Bimawa membuka kesempatan lebar-lebar bagi mahasiswa yang ingin berprestasi.

“Hal itu dimaksudkan agar mahasiswa memilik softskill yang kuat dan kemampuan tersebut akan membantu lulusan di dunia kerja. Untuk diterima kerja, softskill memiliki persentase enam puluh persen, sedangkan hardskill bobotnya hanya tiga puluh lima persen,” tandasnya.

Kepala Bidang Pengembangan Kemahasiswaan Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD, Danang Sukantar menambahkan, dalam program ini, sebanyak 1.500 mahasiswa mengajukan lamaran untuk mendapatkan beasiswa. Setelah diseleksi, hanya 946 mahasiswa yang dinilai berhak mendapatkan beasiswa. Selain memiliki IPK minimal 3,25, penerima beasiswa harus memiliki sertifikat P2K (Program Pengenalan Kampus), dan pelatihan softskill.

Selain memberikan beasiswa, Bimawa juga memberikan bantuan biaya hidup kepada 60 mahasiswa korban bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah. Untuk kategori berat, bantuan diberikan sebesar Rp 1 juta dan kategori ringan Rp 750 ribu. “Total beasiswa dan bantuan biaya hidup sebesar Rp 1,6 miliar,” jelasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan