Biaya Mahal PT Bahayakan Masa Depan

Raker: Menristekdikti Mohammad Nasir pada pembukaan Rapat Kerja Badan Kerjasama PTN-Kopertis Jateng-DIJ, di Jogjakarta, Jumat (10/11) malam.

Raker: Menristekdikti Mohammad Nasir pada pembukaan Rapat Kerja Badan Kerjasama PTN-Kopertis Jateng-DIJ, di Jogjakarta, Jumat (10/11) malam.

JOGJA (jurnaljogja.com) – Pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas serta dosen yang kompeten merupakan tugas berat, memang. Tapi sebagai prasyarat kemajuan bangsa, upaya itu harus dilakukan. Skill memang penting tapi pengembangan teknologi diperlukan pula di era global ini. Hanya saja ada paradoks belenggu biaya mahal.

“Biaya kuliah terus meningkat tapi sering tak diikuti kualitas pendidikan sehingga bisa membahayakan masa depan bangsa. Perguruan tinggi harus bisa berperan menyiapkan generasi muda,” kritik serta pesan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, dalam sambutan yang dibacakan staf ahli Bayu Haryono, pada Rapat Kerja BKS (Badan Kerjasama) PTN-Kopertis Jateng-DIJ, di Jogjakarta, Jumat (10/11) malam.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, menyambut baik rapat kerja tersebut. Pun, menyebut perguruan tinggi di Jateng-DIJ taat asa dan aturan. “Terbukti tidak ada yang dicurigai menerbitkan ijazah palsu,” ujarnya sambil tersenyum.

Kepada segenap pimpinan PTN maupun koordinator Kopertis Wilayah V dan VI, Nasir juga meminta agar seluruh perguruan tinggi di Jateng dan DIJ membangun kohesivitas. “Itu penting agar perguruan tinggi menjadi kuat sekaligus untuk meningkatkan daya saing bangsa,” katanya.

Nasir juga menyemangati agar perguruan tinggi terus meningkatkan publikasi ilmiah. Harus terus mendorong dosen untuk meningkatkan kualitas. Minimal harus mampu menyandang gelar S3. Saat ini Kemenristekdikti juga telah mengembangkan Sinta, indeks bagi publikasi ilmiah milik seluruh dosen di Indonesia.

Bagi dosen yang berada di level-1 berarti sudah memiliki publikasi berstandar internasional. Level-2 minimal ada publikasi ilmiah yang menggunakan bahasa PBB. Serta level-3 publikasi ilmiah terakreditasi nasional. “Sekarang kita memang masih mengejar kuantitas. Belum kualitas, terkait dengan publikasi ilmiah,” tandas Nasir.

Selaku tuan rumah, Rektor UPN Veteran Jogjakarta Prof Dr Ir Sari Bahagiarti MSc mengharapkan, rapat kerja dapat menghasilkan ide-ide, kesepakatan, maupun keputusan-keputusan strategis yang akan meningkatkan kualitas pengelolaan perguruan tinggi sehingga lebih dipercaya masyarakat serta mampu bersaing dalam kancah internasional.

Ketua BKS PTN-Kopertis Jateng DIJ, Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, BKS Jateng-DIJ beranggotakan 23 PTN dan dua Kopertis. Bertujuan meningkatkan mutu dan kemampuan pengelolaan kelembagaan PTN dan Kopertis di Jateng dan DIJ. “Perguruan tinggi yang sudah unggul diharapkan mampu memberikan pendampingan kepada perguruan tinggi lainnya sehingga mampu mencapai akreditasi yang lebih baik,” katanya.

Dalam kunjungan kerja ke Jogjakarta, Menristekdikti juga berkesempatan melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan gedung di Universitas Negeri Yogyakarta, yang merupakan salah satu dari proyek IDB 7 in 1. “Saya mengharapkan pembangunan gedung dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” ujar Nasir. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan