Bionic Terbitkan Buku Panduan Lapang Burung Kampus

 IMG_20161216_120239
JOGJA – Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas FMIPA UNY, KPB (Kelompok Pengamat Burung) Bionic menerbitkan buku ‘Panduan Lapang Burung Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta’ dan telah memperoleh ISBN. Buku ini nantinya dapat menjadi informasi terkini tentang potensi burung yang ada di kampus tersebut bagi sivitas akademika UNY maupun instansi luar.
“Buku ini juga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembangunan Kampus UNY Karangmalang manakala berorientasi terhadap kelestarian burung di alam,” ujar Ketua KPB Bionic, Aghnan Pramudi Hasan, ketika ditemui di Kampus Karangmalang, Jogja, Sabtu (10/12).
Pendataan burung di kampus, lanjut Aghnan, sudah dimulai sejak 1994 oleh Djuwanto MS selaku dosen ekologi dibantu beberapa mahasiswa. Tujuannya untuk mengetahui jenis-jenis burung yang ada di kebun Biologi FMIPA UNY. Pada 2003, Yuni Wibowo MPd, dosen Pendidikan Biologi, kembali melakukan penelitian yang sama setelah sebelumnya sempat terhenti.
Pertengahan 2004 muncul beberapa mahasiswa Biologi angkatan 2001, Imam Taufiqurrahman, Anis Utomo, dan Ahmad Fahrudin yang begitu tertarik dengan pengamatan burung. Kemudian bersama tujuh orang rekannya, mencoba mewadahi kegiatan itu dengan membentuk sebuah kelompok yang mengkhususkan diri pada dunia perburungan. “Akhirnya BIONIC, ‘Biology UNY Ornithologi Club’, menjadi nama yang disepakati,” tutur Aghnan.
Bionic belum banyak melakukan program dan kegiatan pada tahun pertama sebagai sebuah organisasi intra-kampus. “Pengamatan burung yang menjadi kegiatan inti, yang rutin dilakukan di kampus, kemudian menjadi Pendataan Burung Kampus. Hasil pendataan setiap tahun tersimpan di file pengurus Bionic,” papar Aghnan kemudian.
Melalui Ahmad Zulfikar Abdullah dan Zulqarnain Assiddiqi, KPB Bionic UNY pada 2013 mulai menyusun sebuah buku panduan tentang burung-burung yang ada di kampus, guna memperkenalkan berbagai jenis burung yang pernah teramati di kampus kepada masyarakat luas, khususnya warga kampus UNY. “Sekaligus mejadi media kampanye untuk mengajak lebih peduli dan menjaga lingkungan sekitar, khususnya kampus,” tandas Aghnan. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan