BNI dan DJKN Jateng-DIY Sepakat Percepat Lelang

IMG_20170914_184400

CEO BNI Kanwil Yogyakarta Arif Suwasono (kanan) dan Kepala Kanwil DJKN Jateng-DIY Tavianto Noegroho (kiri).

JOGJA – PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah Jogjakarta bertekad menekan jumlah kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) hingga 2,5 persen diakhir tahun nanti. Salah satunya dengan melakukan percepatan lelang agunan atau jaminan nasabah yang kreditnya bermasalah.

Untuk merealisasikannya, BNI Kanwil Jogjakarta menggandeng Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Kanwil Jawa Tengah-DIY. Karena itu BNI Kanwil Jogjakarta dan DJKN Kanwil Jateng-DIY melakukan.

Menurut CEO BNI Kanwil Jogjakarta Arif Suwasono dengan kerjasama bersama DJKN Kanwil Jateng-DIJ, dapat mengoptimalkan dan mempercepat eksekusi lelang Hak Tanggungan, juga akan mengurangi NPL atau debitur bermasalah di BNl. “Awal tahun ini NPL BNI masih 2,9 persen, tapi semester satu sudah turun 2,8 persen dan target kami pada akhir tahun sudah 2,5 persen,” ujarnya.

Dalam laporan keuangan BNI Kanwil Jogjakarta pada semester satu 2017 telah menyalurkan kredit sebesar Rp.412,18 triliun atau meningkat 15,4 persen secara tahunan (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2016. Peningkatan penyauran kredit tersebut dibarengi dengan penurunan rasio kredit bermasalah.”Rasio NPL BNl turun dari 3 persen gross pada semester satu 2016 menjadi 2,8 persen gross pada semester satu 2017 ini,” terangnya.

Arif menambahkan selama ini proses lelang agunan debitur memang sudah melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang merupakan unit kerja dari DJKN, hanya saja lelang dilakukan dengan cara konvensional.  Tapi dengan kerjsamaa ini proses lelang akan dilakukan secara digital yaitu melalui aplikasi e-auction milik DJKN kedepan “Sehingga proses lelang lebih mudah dan cepat,” ucap Arif.

Sementara itu Kepala Kanwil DJKN Jateng-DIJ, Tavianto Noegroho menambahkan melalui e-auction maka proses lelang menjadi lebih murni dan efektif, karena peserta lelang adalah peserta yang benar-benar berminat terhadap barang agunan. Dengan aplikasi e-auction ini jadwal lelang akan keluar dalam waktu 1×24 jam agunan akan didaftarkan lelang. “Dengan e-auction kualitas lelang akan lebih baik, karene peserta harus melewati serangkaian persayaratan yang ketat, jadi peserta lelang adalah yang benar-benar berminat,” ungkapnya.

Tavianto juga menyebut selama ini BNI termasuk yang paling bagus dalam proses lelang. Tapi dirinya malah berharap tidak ada permohonan lelang dari BNI Kanwil Jogjakarta. “Saya malah tidak senang kalau banyak permohonan lelang, itu berarti NPL (non performing loan atau kredit bermasalah di BNI tinggi,” ujarnya sambil tertawa. (pra)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan