BP3TKI Melatih Usaha TKI Purna

 IMG_20161107_194844
 Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja
JOGJA(jurnaljogja.com) – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) selama ini telah melatih kerja dan usaha bagi TKI Purna yang tidak lagi kembali kerja ke luar negeri.  Melalui pelatihan usaha tersebut diharapkan mereka mampu menatap masa depan lebih baik.
     Demikian disampaikan Deputi Perlindungan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, Teguh Hendro Cahyono di BP3TKI DI Jogjakarta (DIJ), Kamis (3/11).
     Ia mengakui selama ini TKI  yang pulang dari luar negeri, uangnya hanya habis untuk kebutuhan konsumtif. Dan  ketika tak lagi punya uang maka mereka kembali kerja menjadi TKI ke luar negeri. “Bila  itu terus terjadi, maka yang kasihan keluarganya karena mereka tidak pernah merasakan hidup bersama,” jelasnya.
  Tujuan pelatihan usaha itu dimaksudkan agar uang hasil jerih payah mereka  selama menjadi TKI, bisa dijadidkan modal usaha, sehingga tidak perlu lagi bekerja ke luar negeri. “Selama ini TKI saat pulang,  uangnya selalu habis untuk bayar utang atau  keperluan konsumtif,” sebutnya..
     Untuk itu, pihaknya membimbing dan melatih para TKI Purna untuk menjadi wirausaha. Diharapkan nantinya mereka  bisa menjadi pengusaha sukses. “Untuk mencapai sukses butuh waktu dan ketekunan serta kerja ulet. Kami ingin uang yang mereka bawa dari luar negeri bisa dijadikan modal  usaha,” ujarnya.
   Untuk mewujudkan itu, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perindustian dan Perdagangan, pemda dan akademisi. Selama ini pelatihan dan pendampingan juga dilakukan untuk keluarga TKI yang masih di luar negeri. Pelatihan  meliputi empat bidang, selain sektor ketahanan pangan, ekonomi kreatif, jasa dan pariwisata. ”Kami sesuaikan dengan pola dan potensi daerah masing-masing,” jelasnya.
     Pelatihan wirausaha ini, lanjutnya, sudah dilakukan di beberapa daerah, seperti di Lombok, Jawa Barat, Jawa Timur, Banjarmasin dan Jogjakarta. Sentra usaha para TKI yang dibina diberikan pendampingan untuk mengembangkan usaha.
     Kepala BP3TKI DIJ, Suparjo menerangkan,  ia sudah melatih 750 TKI Purna di daerahnya. Dan yang telah berhasil menjadi pengusaha ada sekitar sepertiganya. Disebutkan ada 67 jenis produk dan kegiatan yang dilakukan. Jumlah TKI asal DIJ sendiri yang masih bekerja di luar negeri disebutnya mencapai antara 1.500-2.000/tahun. Dan yang sudah purna  ada sekitar 500-1.000 orang. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan