Canting Rachmah Mudahkan Difabel Membatik

Rachmah Nanda Kartika dan Hartomo Soewardi

Rachmah Nanda Kartika dan Hartomo Soewardi

JOGJA – Kaum difabel, dengan tangan tidak sempurna dan terpaksa melakukan aktivitas menggunakan kaki, kini boleh lega hati. Terutama yang suka membatik, kini bisa melakukan kesukaannya itu dengan lebih mudah. Seorang mahasiswi magister teknik industri UII, Rachmah Nanda Kartika, berhasil mendesain alat untuk membatik alias canting yang ergonomis dan nyaman digunakan bagi kaum difabel tersebut.

“Melalui serangkaian penelitian dan mencoba-coba berbagai desain, akhirnya bisa kami temukan satu model desain canting. Dan menurut kawan-kawan difabel yang selama ini harus menggunakan kaki saat membatik, desain tersebut mereka nilai nyaman digunakan untuk membatik,” ungkap Rachmah, sambil memperlihatkan desain canting rekaannya, kepada wartawan, di kampus UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 Jogjakarta, Jumat (25/5).

Mahasiswi Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri UII itu, mendesain ulang bentuk pegangan canting hingga sedemkian rupa bisa lebih nyaman ketika harus dijepit jari kaki kawan-kawan difabel tersebut. “Pegangan canting biasa, yang berbentuk silinder kurang nyaman karena terlalu besar sehingga tak jarang menimbulkan rasa sakit ketika kaum difabel itu harus membatik,” tutur Rachmah.

Ia juga mengganti pegangan canting yang biasanya terbuat dari bambu atau kayu, dengan Silikon RTV 52 yang anti panas dan ringan. Juga membedakan canting dengan lubang kecil, sedang, dan besar menggunakan warna berbeda. “Dengan warna yang berbeda, kawan-kawan difabel itu bisa cepat dan mudah membedakan canting yang mereka butuhkan. Tidak perlu melihat ujung cantingnya,” papar Rachmah kemudian.

Melalui kriteria efektif, efisien, dan kepuasan, desain canting rancangan Rachmah menunjukkan hasil positif. Terjadi peningkatan tingkat keberhasilan atau fektif, menghemat waktu penyelesaian alias efisien, dan peningkatan kepuasan menjadi 76,8 persen dibandingkan ketika penyandang disabilitas membatik menggunakan canting biasa yang kita temui sehari-hari.

Setelah ditemukan model rekaan yang paling cocok, ternyata canting tersebut cocok juga digunakan oleh penyandang tremor. Bahkan, bisa jadi desain hasil penelitiannya itu akan lebih mudah dan nyaman digunakan oleh orang biasa sekali pun. “Ini memang di luar harapan kami. Ternyata desain itu mampu juga membantu bukan saja kaum disabilitas tanpa tangan, tapi juga bagi orang-orang lain,” ujar Rachmah.

Kendati dinilai sudah lebih nyaman dibandingkan canting biasa, namun masih terbuka luas bagi pengembangan model selanjutnya. “Mengingat tingkat kepuasan belum seratus persen, desain model canting ini masih dikembangkan lagi,” ungkap Ir Hartomo Soewardi MSc PhD, selaku dosen Magister Teknik Industri Program Pascasarjana FTI UII.

Dari ujicoba terhadap beberapa difabel di Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan Solo, mereka mengaku lebih nyaman menggunakan canting rekaan Rachmah tersebut. Meski harganya harus lebih mahal karena bahan material yang digunakan, namun secara keseluruhan, desain canting rekaan Rachmah itu sangat membantu kaum difabel yang harus membatik atau mengoperasikan canting menggunakan kaki. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan