Cawapres KH Ma’ruf Amin Silaturahim Ke Jogja

(kiri-kanan) Eko Suwanto, Agus Sultistyono, Bambang Praswanto, KH Hasan Abdullah, H Fahmi Akbar Idris, John S Keban, Suharno.

(kiri-kanan) Eko Suwanto, Agus Sultistyono, Bambang Praswanto, KH Hasan Abdullah, H Fahmi Akbar Idris, John S Keban, Suharno.

JOGJA – Calon wakil presiden (cawapres) KH Ma’ruf Amin akan bersilaturahim selama dua hari di Jogjakarta, Minggu – Senin (14-15/10), untuk menyapa warga masyarakat Jogjakarta. Sekaligus bertemu dengan kiai simpul di pondok pesantren Krapyak, Sri Sultan Hamengku Buwono X, seluruh caleg sembilan partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, serta relawan.

“Termasuk di antara para relawan adalah warga nahdliyin yang ada di DIY. Jadi, bukan hanya relawan sembilan parpol pendukung saja,” ungkap Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Amin, Bambang Praswanto, di kantor DPD PDI Perjuangan DIY, Jalan Bladran Jogjakarta, Jumat (12/10).

Selain bertemu dengan para kiai, karena bagaimana pun KH Ma’ruf Amin merupakan Rais Aam PBNU, cawapres pasangan Jokowi itu juga akan menghadiri penutupan Festival Halal di JEC Jogjakarta. “Kehadiran ke acara tersebut sekaligus menegaskan KH Ma’ruf Amin bukan hanya tokoh agama, tapi juga tokoh di bidang ekonomi syariah,” tutur Bambang, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan DIY itu.

Bambang juga sangat menghargai kehadiran Ma’ruf Amin selama dua hari di Jogjakarta. “Di tengah kesibukan beliau, kami sangat menghargai KH Ma’ruf Amin masih bersedia menyempatkan diri bersilaturahim ke Jogjakarta. Semoga kehadirannya dapat memberi kesan yang tepat kepada seluruh masyarakat bahwa beliau bukan sekadar tokoh agama tapi juga ahli ekonomi syariah atau ekonomi keumatan,” tandasnya.

Ketua DPW PKB DIY, Agus Sulistyono mengemukakan, KH Ma’ruf Amin akan bersilaturahim dengan tokoh kiai di Ponpes Krapyak. Antara lain dengan KH Attabik Ali, Hj Ida Zaenal, dan KH Nadjib Abdulkadir. Juga akan menemui segenap warga nahdliyin dalam kapasitas sebagai Rais Aam PBNU,” jelasnya.

Kehadiran KH Ma’ruf Amin ke Jogjakarta diharapkan bisa menjadi penyejuk. Bisa membawa nuansa kesejukan di Jogjakarta. “Sudah semestinya pemilu kali ini disambut dengan senang hati, riang gembira, dan tak saling bermusuhan di antara warga masyarakat,” ujar Agus.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Eko Suwanto pun menegaskan, sembilan partai politik ditambah PWNU DIY yang tergabung dalam tim pemenangan Jokowi-Amin selalu mendukung, menjaga, dan merawat keistimewaan DIY. Karena itulah dalam kesempatan ke Jogjakarta, KH Ma’ruf Amin pun menyempatkan diri bersilaturahim dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X,” katanya.

Kehadiran KH Ma’ruf Amin, lanjut Eko, diharapkan pula mampu menambah semangat, militansi yang hebat bagi seluruh relawan maupun partai politik pendukung agar tetap solid mendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-Amin. “Kepada massa simpatisan diharap bisa menyesuaikan dengan jadual kehadiran KH Ma’ruf Amin. Yang penting, jika berbondong-bondong jangan sampai mengganggu lalu lintas,” pesannya kemudian.

Khatib Syuriah PWNU DIY, KH Hasan Abdullah setengah berseloroh mengatakan, penetapan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres sebenarnya merupakan ‘tragedi’ bagi NU karena bagaimana pun PBNU akan kehilangan salah seorang tokoh pengambil kebijakan utama.

“Tapi itu bukan hal luar biasa. NU tidak kaget lagi. Karena pernah pula ‘kehilangan’ KH Hasyim Muzadi maupun Gus Dur. Di sisi lain, NU rela demi kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar. Barangkali begitulah takdir politik NU. Dan seluruh warga NU, nahdliyin di DIY siap digerakkan untuk pemenangan Jokowi-Amin,” tutur KH Hasan lebih jauh.

Tokoh ulama itu pun meyakinkan warga masyarakat, KH Ma’ruf Amin merupakan sosok yang memiliki kapasitas maupun kapabilitas yang layak untuk dijadikan pasangan Jokowi. “Tak ada alasan untuk ragu. Jika terpilih sebagai wakil presiden, Jokowi nantinya akan sangat diringankan tugasnya terutama di bidang ekonomi maupun keagamaan,” tandas KH Hasan.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, H Fahmi Akbar Idris menambahkan, bukan suatu kebetulan jika KH Ma’ruf Amin menghadiri penutupan Festival Halal karena beliau merupakan ketua pengarah MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Pusat. “Seluruh warga nahdliyin di DIY pun siap memenangkan pasangan Jokowi-Amin bersama-sama dengan sembilan partai politik pendukung,” paparnya kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan