Ceruk Pasar Fintech Sangat Menjanjikan

Andri Madian (kiri) dan Rimba Laut

Andri Madian (kiri) dan Rimba Laut

JOGJA – Jurang pendanaan di Indonesia masih sangat lebar. Mencapai hingga Rp 1.000 triliun. Terutama belum menjangkau UKM yang biasnaya tak memiliki akses untuk melakukan pinjaman, unbankable. Fintech atau financial technology bisa menjadi solusi guna menjembatani sekaligus memperpendek jurang pendanaan tersebut.

“Karena itulah ceruk pasar di bidang fintech saat ini masih sangat terbuka lebar,” ungkap Chief Marketing Officer Akseleran, Andri Madian, di sela sosialisasi layanan P2P (Peer-to-Peer) Lending Akseleran, kepada wartawan, di Jogjakarta, Kamis (6/12).

Pemain fintech sendiri saat ini masih sangat sedikit. Penyaluran pinjaman Akseleran hingga awal Desember ini pun baru mencapai Rp 190 miliar. Hingga akhir Desember diharapkan mencapai Rp 200 miliar. Dan hingga akhir tahun 2019 mendatang, Akseleran menargetkan mampu menyalurkan pinjaman hingga Rp 1 triliun.

Akseleran merupakan salah satu dari 74 fintech yang saat ini diakui OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Meski masih berstatus startup, Akseleran optimistik karena hingga saat ini pengembangan usaha mereka sudah berjalan di atas jalur yang benar.

Jelang penutupan 2018, ini jumlah lender atau pemberi pinjaman dari Jogjakarta melalui Akseleran semakin meningkat seiring dengan tingkat pemahaman masyarakat setempat tentang layanan P2P Lending. Tercatat, sekitar 13 bulan terakhir, terdapat hampir 200 lender dengan total nilai investasi lebih dari Rp 3 miliar.

“Sosialisasi dan edukasi secara konsisten turut mendongkrak peningkatan jumlah pengguna di Jogjakarta. Apalagi, masyarakat yang ingin menjadi lender sangat dimudahkan melalui proses pendaftaran dari ponsel pintar yang dimiliki,” jelas Andri kemudian.

Selain dari website, masyarakat juga bisa mendaftar sebagai lender dengan mengunduh aplikasi dari Play Store untuk perangkat Android atau App Store untuk perangkat iOS. Saat ini, persentase pengguna Akseleran memang lebih banyak dari smartphone sebesar 75 persen sedangkan sisanya sebesar 25 persen dari website.

Head of Public & Government Relation Akseleran, Rimba Laut mengungkapkan, penetrasi di Jogjakarta turut mendorong pertumbuhan Akseleran secara nasional. Pencapaian 95 persen realisasi penyaluran pinjaman di minggu pertama Desember, sebesar 190 miliar, disalurkan kepada 384 pinjaman dengan total lender sebanyak 89.000 lebih.

Akseleran juga selalu memberikan peluang yang besar kepada para pelaku usaha yang membutuhkan permodalan. Saat ini, Akseleran menyalurkan pinjaman minimal sebesar Rp 75 juta atau jika di luar wilayah Jabodetabek minimal sebesar Rp 150 juta, dan maksimal sebesar Rp 2 miliar.

Untuk Jogjakarta, mereka menargetkan kenaikan empat hingga lima kali lipat di tahun depan. “Semakin tingginya jumlah pengguna di Jogjakarta tentu menjadi faktor penting untuk mempercepat terwujudnya inklusi keuangan di Indonesia,” tandas Rimba. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan