Ceruk Pasar Lift Terbuka Lebar

Tes Jatuh: Seorang anggota tim mekanik Schindler sedang menunjukkan cara bekerjanya tes jatuh disaksikan Thibaut Le Chatelier (kiri), Joseph Hasnan (dua kiri), dan Ricky Aditya K (kanan).

Tes Jatuh: Seorang anggota tim mekanik Schindler sedang menunjukkan cara bekerjanya tes jatuh disaksikan Thibaut Le Chatelier (kiri), Joseph Hasnan (dua kiri), dan Ricky Aditya K (kanan).

JOGJA – Dibandingkan dengan populasi atau jumlah penduduk, pemakaian elevator atau lift di Indonesia masih sangat sedikit. Karena itu ceruk pasar produk yang biasa dipergunakan di bangunan vertikal itu masih sangat terbuka lebar.

Pemakaian lift di Indonesia saat ini hanya mencapai 5.000 – 6.000 unit per tahun. Bandingkan dengan India yang telah mencapai sekitar 50.000 unit. “Karena itu kami optimistik pasar lift di Indonesia masih sangat menjanjikan,” ungkap Business Development Director, PT Berca Schindler Lifts, Joseph Hasnan, di Jogjakarta, Selasa (26/3).

Optimisme Hasnan berdasarkan gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sekarang ini. Bahkan pergerakan populasi pun semakin membutuhkan bangunan maupun hunian vertikal. “Saat itulah keberadaan lift pasti dibutuhkan. Terlebih Indonesia pada 2050 nanti diprediksi akan menjadi negara terbesar nomor empat di bidang ekonomi,” katanya.

Meski perusahaan asal Swiss itu baru berada di Indonesia sejak 1998, namun hingga kini telah menguasai 25 persen pasar lift di Indonesia. Saat ini Schindler telah memasok sekitar 1.200 unit lift per tahun di Indonesia. “Jika nanti kebutuhan telah mencapai lima puluh ribu unit, pasti kami akan mendirikan pabrik di Indonesia,” tutur Hasnan kemudian.

Berdiri sejak 1874, menurut Presiden Direktur PT Berca Shindler Lifts, Thibaut Le Chatelier, Grup Schindler merupakan penyedia lift, eskalator, dan layanan terkait lainnya yang terdepan di dunia. “Satu dari tujuh orang di dunia menggunakan lift kami. Schindler menggerakkan lebih dari satu miliar orang setiap hari di seluruh dunia,” ujarnya.

Melalui slogan We Elevate Jogja, Schindler meyakini kebutuhan masyarakat Jogja dan sekitarnya terhadap lift akan berkembang pesat. “Karena itu kami merasa perlu membuka kantor di Jogjakarta. Sekaligus menggandeng warga lokal untuk kebutuhan pemasaran lokal,” tutur Thibaut lebih jauh.

Jogja Branch Manager PT Berca Schindler Lifts, Ricky Aditya K mengemukakan, kantor yang ia pimpin akan menjangkau pula Jateng Selatan hingga ke Cilacap. “Kami juga ada di Solo dan Semarang,” ungkapnya.

Keselamatan pengguna dan drop test atau tes jatuh, imbuh Ricky, antara lain menjadi keunggulan yang ditawarkan perusahaannya. “Kami juga memiliki tim yang secara berkala melakukan pengecekan lift yang telah kami pasang. Biasanya dalam waktu bulanan. Lima tahun kemudian kami akan mengulangi kembal tes jatuh untuk memastikan keselamatan,” jelasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan