Cindra Ing Ubaya, Pengingkaran Janji

IMG_20161028_162830

Foto dan Naskah: Sigit Sick/Jurnal Jogja

Pentasan sendratari berjudul “CIDRA ING UBAYA” dengan naskah oleh Tudhy Putri Apyutea Kandiraras SSn dihelat di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta 22 Oktober 2016. Sendratasi itu berkisah mengenai perintah dari seorang raja. Adalah titah untuk rakyatnya.
Pengharapan dari seorang raja…
Adalah janji bagi rakyatnya…
Janji yg harus dipenuhi…
Janji yang pantang untuk diingkari….
Namun kenyataan tak selalu sejalan dengan impian. Janji itu telah mati bersama kesombongan dan kecongkakan hati. Janji itu telah diingkari hanya karena diri pribadi….
Cidra Ing Ubaya merupakan bentuk pengingkaran janji terhadap nurani.
Dalam kisah diceritakan
Bancak yang telah bisa mengalahkan Brama Kumara, nagih janji kepada raja jenggala yaitu lembu amiluhur, yang ingin memberikan putrinya (Tamioyi).

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan