Cinta Ala Fisika (1)

Cinta Ala Fisika

Cinta Ala Fisika

Cinta selalu lekat dengan kehidupan manusia. Setiap manusia pasti pernah merasakan cinta. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Ali Imran: 14, yang artinya:

” Dijadikan indah pada (pandangan) manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diingini (syahwati), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak, dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).

Dari ayat diatas rasa cinta adalah hadiah dari Allah karena merupakan anugerah berupa kesenangan hidup di dunia.

Secara bahasa, dengan merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, cinta diartikan sebagai: (1) suka sekali; sayang benar; (2) kasih sekali; terpikat (antara laki-laki dan perempuan); (3) ingin sekali: berharap sekali: rindu; (4) susah hati (khawatir); risau.

Cinta dalam bahasa arab umumnya menggunakan kata habba-yuhibbu “حُبُّ” hubbun, terdiri dari huruf (ح) ha dan (ب) ba, dan memang sepertinya kata inilah yang tepat untuk menggambarkan maksud atau makna cinta. Ada banyak makna tergantung kepada apa disandarkan atau dinisbahkan. Bisa bermakna menyukai, menyenangi, menginginkan, menghendaki, menggemari, memenuhi, mengutamakan, mengasihi, menyayangi, memilih, ramah.

Oleh kahlil Gibran dalam The prophet, cinta merupakan dua sisi yang satu kebaikan dan yang satunya adalah kesedihan. Cinta seperti ajal yang bisa mengubah segalanya. Cinta seperti spektrum warna yang terurai dalam pelangi hati, bagai petir yang berirama syahdu, selaksa senja yang sedang menari dengan asyiknya. Itulah cinta, apabila terjaga dengan baik, akan menjadi wajah malaikat. Namun, bila cinta ternoda, maka tidak ubahnya seperti serigala bertanduk setan.

Cinta merupakan kecenderungan hati terhadap sesuatu karena ingin mendapatkan kenikmatan batin. Cinta kepada Allah berarti kecenderungan untuk lebih bisa dekat dengan Allah karena ingin merasakan ketentraman. Semakin sering kita memikirkan-Nya, semakin banyak ketentraman hati yang dapat kita raih.

Setiap orang boleh berbeda dalam mendefinisikan cinta. Dan setiap orang boleh memilih cintanya sendiri-sendiri. Namun Bagaimana  cinta menurut fisika ? Apakah ada bait-bait cinta dalam rumitnya rumus fisika ?

Ditulis oleh Aurora Senja,  Mahasiswa jurusan Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Ingin tulisan anda dimuat disini, kirim artikel ke Redaksi Jurnal Jogja via email ke  jurnaljogja@gmail.com

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan