Daftar HKI Tak Lagi Sulit

Robinson Sinaga (berdiri) saat sosialisasi HKI, di Jogjakarta, Rabu (25/10).

Robinson Sinaga (berdiri) saat sosialisasi HKI, di Jogjakarta, Rabu (25/10).

JOGJA (jurnaljogja.com) – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menjalin kerjasama dengan dua perguruan tinggi di tanah air, berkaitan dengan pendaftaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual) UMKM Indonesia. Ini diharapkan akan memudahkan bagi para pelaku ekonomi kreatif skala UMKM.

“Jadi, sekarang ini para pelaku ekonomi bisa melakukan pendaftaran HKI lewat UPNVY. Dan, ini gratis karena masuk dalam program Bekraf,” ujar Ketua Sentra HKI UPNVY (Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta) Ir Ari Wijayani MP di sela penyelenggaraan ‘Sosialisasi dan Fasilitasi HKI bagi Pelaku Ekonomi Kreatif’, di Hotel Eastparc Jogjakarta, Rabu (25/10).

Bekraf memang menunjuk UPNVY menjadi salah satu universitas yang turut melayani HKI UMKM Indonesia. Sekaligus melakukan sosialisasi dan fasilitasi HKI di tujuh kota. Meliputi Ambon, Mamuju, Semarang, Serang, Sorong, dan Jogjakarta sendiri.

Direktur Fasilitasi HKI Bekraf, Robinson Sinaga mengemukakan, Bekraf memiliki beberapa program unggulan sejak tahun lalu. Salah satunya program sosialisasi dan fasilitasi HKI bagi pelaku ekonomi kreatif. “Untuk menyukseskan program tersebut, kami menggandeng UPN Jogja dan Universitas Negeri Surakarta.”

UPNVY, lanjut Ari, menargetkan mampu memfasilitasi 800 pengajuan HKI. Untuk wilayah kota Jogjakarta hingga saat ini sudah 250 pelaku ekonomi kreatif yang mengajukan HKI. “Sebagian besar para pelaku ekonomi kreatif di bidang usaha batik dan kuliner.”

Tak hanya menampung pendaftaran, UPNVY juga akan mendaftarkannya ke Jakarta dan akan mengawal prosesnya sampai selesai. “Setelah itu akan kami pastikan HKI yang didaftarkan tidak ganda,” papar Ari lebih jauh.

Harus diakui, dari sisi HKI masih banyak pelaku ekonomi kreatif yang belum menyadari pentingnya perlindungan terhadap usaha mereka. “Masih banyak yang menganggap industri rumahan atau mikro kecil tidak membutuhkan pengakuan HKI,” ujar Ari.

Dengan adanya sosialisasi dan fasilitasi HKI, itu diharapkan para pelaku ekonomi kreatif lebih sadar tentang hak usaha mereka. “Dampaknya akan luas. Termasuk memperbaiki usaha ekonomi mereka,” tandas Ari kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan