Danone Indonesia Komitmen Perbaiki Gizi dan Kesehatan Masyarakat

IMG_20160616_013802SLEMAN (Jurnaljogja.com) – Danone Indonesia akan terus berkomitmen menyumbang perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat melalui produk-produknya. Selain menyediakan produk yang sehat, juga mengedukasi  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hidrasi dan nutrisi.
“Beberapa program edukasi nutrisi dan hidrasi ini kami kembangkan di Jogjakarta dan Jawa Tengah,  baik melalui program pemberdayaan masyarakat maupun even yang melibatkan masyarakat luas, seperti  karnaval ayo melek gizi yang menekankan pada kampanye gizi seimbang dan juga kampanye 2+4+2 untuk kecukupan hidrasi bagi mereka yang berpuasa,” kata  Communication Direktor Danone Indonesia, Arif Mujahidin saat buka bersama wartawan di Abhayagiri Restauarant, Sumberwatu Heritage Resort, Prambanan, Sleman, Rabu (15/6). Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Vice President General Secretary Danone Indonesia, Leila Djaffar.
Menciptakan kondisi sehat, lanjut Arif, tidak hanya dalam kecukupan hidrasi dan nutrisi, tetapi juga gaya hidup, terutama dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih. Dalam menciptakan lingkungan bersih ini, pihaknya melibatkan karyawan.  Baberapa insiatif yang  telah dilakukan di Jogja dan Jateng adalah resik-resik area Heritage Taman Sari, aksi bersih-bersih Sungai Deleran oleh karyawan Sarihusada bersama masyarakat sekitar. Bersih-bersih sampah dan sungai dilakukan karyawan AQUA Wonosobo dan Klaten pada Hari Sampah dan Hari Air Sedunia.
Dalam kesempatan sama, Direktur Pembangunan Berkelanjutan Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menjelaskan mengenai inisiatif sosial dan lingkungan yang dikembangkan oleh Danone di Jateng dan Jogjakarta. Menurutnya, kontribusi Danone bagi lingkungan dan peningkatan perbaikan hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional dilakukan melalui berbagai upaya, seperti manajemen sumber daya air terintegrasi, penanaman dan perawatan pohon, penyediaan akses air bersih dan penyehatan lingkungan, praktik pertanian berkelanjutan, penguatan kapasitas masyarakat serta pengelolaan sampah. (bam)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan