Daya Saing Rendah Indonesia Tetap Optimis

Standardisasi: The ICES Conference and WCS Academic Day 2018 yang diikuti lebih dari 100 orang peserta asal 11 negara Asia, Eropa, dan Amerika, kerjasama BSN dengan UII dan Undip, di Eastparc Hotel, Jogjakarta, Selasa (3/7), diharapkan mampu mempersiapkan SDM Indonesia menuju era industri 4.0 melalui pemahaman standardisasi.

Standardisasi: The ICES Conference and WCS Academic Day 2018 yang diikuti lebih dari 100 orang peserta asal 11 negara Asia, Eropa, dan Amerika, kerjasama BSN dengan UII dan Undip, di Eastparc Hotel, Jogjakarta, Selasa (3/7), diharapkan mampu mempersiapkan SDM Indonesia menuju era industri 4.0 melalui pemahaman standardisasi.

JOGJA – Daya saing Indonesia naik dari peringkat 37 menjadi peringkat 36 dari 137 negara. Namun, itu masih tertinggal jauh dari Singapura yang berada di peringkat 3 dan Malaysia peringkat 26. Indeks tingkat efisiensi pasar tenaga kerja Indonesia di peringkat 96. Pun, jauh di bawah Brunei di peringkat 47, Malaysia peringkat 36, dan Singapura peringkat 2.

“Karena itu Indonesia terus menggenjot kesadaran masyarakat tentang standarisasi. Negara maju, negara yang memiliki ekspor maju, sangat terkait erat dengan standarisasi,” ujar Kepala BSN (Badan Standardisasi Nasional) Bambang Prasetya, di sela ICES (the International Cooperation for Education about Standardization) Cenference and WCS (World Standard Cooperation) Academic Day 2018, di Eastparc Hotel, Jogjakarta, Selasa (3/7).

Forum tersebut, menurut Bambang, sangat penting dan strategis guna mendorong kesadaran tentang standardisasi. “Dengan dihadiri lebih dari seratus orang pakar dan praktisi maupun pegiat pendidikan standardisasi asal 11 negara Asia, Eropa, dan Amerika, kami meyakini forum ini merupakan investasi yang sangat bagus bagi kesadaran tentang standardisasi,” tandasnya.

Kepala Balitbang Industri Kemenperin, Ngakan Timur Antara menegaskan, industri maupun standardisasi maju tidak akan lepas dari dunia pendidikan. “Jika ingin industri bisa efisien, teknologi informasi dan pendidikan, menjadi hal penting. Tentu perlu proses dan harus kontinyu, melalui inovasi yang tak henti,” ujarnya pada forum dengan tuan rumah UII (Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta dan Undip (Universitas Diponegoro) Semarang, bekerjasama dengan BSN itu.

Kendati beberapa laporan lembaga internasional menunjukkan ketertinggalan Indonesia, namun Ngakan mengajak segenap warga masyarakat untuk tetap optimistik. Ia pun mengungkapkan, Indonesia saat ini berada di peringkat 4 dari negara-negara di dunia dari sisi sumbangan sektor industri terhadap PDB. “Kita hanya di bawah Korea Selatan, Jepang, dan Jerman,” katanya.

Terkait efisiensi, Ngakan mengakui, masih di bawah Thailand, Malaysia, atau Singapura. Namun, dibandingkan negara Asia secara keseluruhan, posisi Indonesia tidak begitu jelak. Indonesia juga memiliki sumberdaya yang masih sangat potensial untuk ditingkatkan nilai tambahnya. Begitu pula pasar domestik yang begitu besar pun tak bisa dianggap sepele.

“Melalui program Indonesia 4.0 pemerintah telah menargetkan bertambahnya sepuluh juta lapangan pekerjaan pada 2030 mendatang. Tentu target ini harus diikuti dengan pendidikan yang baik, sarana prasarana digital yang mumpuni, serta sistem logistik modern yang berjalan baik,” papar Ngakan, seraya mengemukakan, pada 2030 itu pula Indonesia bertekad menjadi negara 10 besar ekonomi dunia dari saat ini yang masih berada pada 16 besar.

Pakar standardisasi Dr Ir Bambang Purwanggono MEng asal Undip menandaskan, pendidikan tentang standard harus menjadi gerakan massal yang masif. “Tidak perlu disuruh tapi persoalan atau kesadaran mengenai standard sudah harus menjadi pola pikir, menjadi gaya hidup masyakarat. Karena itu literasi tentang standard perlu terus didorong. Meski tidak mudah, tapi segala bentuk pendidikan ke arah standard perlu terus dikerjakan,” katanya.

Yang menarik, timpal Bambang Prasetya, kegiatan the ICES Conference and WCS Academic Day 2018 ini dikombinasikan dengan kegiatan 5th ACISE (Annual Conference on Industrial and System Engineering) bertajuk Strengthening Industry and Engineering, Science, and Management Education through Standardization Learning, yang digelar 3 s/d 5 Juli 2018 di hotel yang sama. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan