Deteksi Warna Untuk Tunanetra

IMG_20170606_151314
 Tim Coda UNY saat jalani pengujian karya mereka.
JOGJA – Kelompok mahasiswa UNY, Sayidatul Maslahah asal prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan, Shinta Hanifati prodi Pendidikan Fisika Fakultas MIPA, Muh Hadi Abdul Aziz dan Brian Dwi Murdianto prodi Pendidikan Teknik Informatika, serta Muhammad Lutfi Hakim Pendidikan Teknik Mekatronika Fakultas Teknik merancang alat pendeteksi warna benda berupa aplikasi berbasis android yang diberi nama Coda (Color Detector for Blind).
Ketua Tim, Sayidatul mengatakan, Coda dikembangkan sesuai kebutuhan penyandang tunanetra. “Output yang dihasilkan berupa deteksi warna berbasis audio. Alat tersebut dilengkapi fitur penjelasan warna suatu benda yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya, di kampus setempat belum lama ini.
Coda akan memudahkan tunanetra mendeteksi warna suatu benda sekaligus meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri mereka dalam beraktivitas sehari-hari. “Aplikasi ini berbasis Android melalui smartphone yang banyak digunakan masyarakat karena Android merupakan open source, dapat secara bebas diperluas untuk memasukkan teknologi baru yang lebih maju pada saat teknologi tersebut muncul,” tutur Hadi.
Platform itu akan terus berkembang untuk membangun aplikasi mobile yang inovatif. “Produk awal atau prototipe yang telah dikembangkan diujikan kepada ahli materi yaitu kepada praktisi pendidikan luar biasa dan ahli media yaitu dosen yang ahli dalam bidang media. Tujuannya untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi,” imbuh Hadi.
Pengujian dilakukan pada setiap bagian dan dilanjutkan untuk semua sistem yang telah dirangkai menjadi Coda yang terbagi menjadi tiga halaman. “Pada halaman utama, terdapat penjelasan mengenai petunjuk penggunaan aplikasi dalam bentuk audio. Halaman kedua, ada tampilan kamera pendeteksi warna dari benda yang menjadi obyek. Sedangkan bagian ketiga, aplikasi Coda akan menganalisis warna foto lalu memberikan penjelasan mengenai warna benda tersebut,” timpal Lutfi.
Saat Coda dibuka, lanjutnya, aplikasi akan memberikan petunjuk penggunaan dalam bentuk suara. Pada halaman ini terdapat petunjuk dalam bentuk teks, sehingga instruktur dapat dengan mudah memberi penjelasan kepada user tunanetra jika diperlukan.
Ketika layar pada halaman utama disentuh satu kali, aplikasi akan membuka kamera. Untuk mengetahui warna benda, user perlu mengarahkan kamera kemudian menyentuh tombol potret berbentuk lingkaran. Setelah itu Coda akan menganalisis warna foto lalu memberikan penjelasan mengenai warna benda tersebut. Halaman ini juga berisi gambar foto dan layar akan berubah sesuai warna foto.
Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta tahun 2017. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan