Disdikpora Yakin UN DIY Makin Jujur

 Kadisdikpora DIJ Baskara Aji
JOGJA – Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5), pengumuman hasil UN (Ujian Nasional) tingkat SMA/MA dan SMK diumumkan serentak secara nasional. DIY satu-satunya provinsi yang telah menerapan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) 100 persen. Karena itu, Kepala Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga) DIJ, Kadarmanto Baskara Aji optimistik, UN di DIY tahun ini makin jujur.
“Bahkan karena seratus persen itu tadi, saya meyakini tingkat integritas atau kejujuran para siswa kita di DIY tertinggi secara nasional. Sulit untuk membocorkan soal karena semuanya berbasis teknologi informasi,” ujar Aji, di kantornya, Senin (1/5).
Mengenai pengumuman kepada siswa, Disdikpora menyerahkan sepenuhnya ke masing-masing sekolah. “Terserah bagaimana caranya. Yang penting harus diupayakan jangan kemudian para siswa melakukan tindakan yang menganggu masyarakat lain,” katanya.
Mengenai pencapaian UN di DIY, untuk rerata SMA/MA tahun ini mencapai 373,52 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 346,05. Namun untuk SMK terjadi penurunan. Jika tahun lalu 253,75 maka rata-rata tahun ini 245,60.
Mengaku belum menganalisa secara detail, tapi Aji memperkirakan, penurunan rerata untuk SMK itu karena mereka lebih mengutamakan pengembangan produktifitas, pengembangan lifeskill, ketimbang kognisinya terhadap para siswa.
“Itu memang sesuai pengarahan kementerian. SMK hendaknya lebih banyak mengupayakan pengembangan lifeskill atau pun produktifitas siswa. Tapi, sekali lagi, itu baru perkiraan. Secara pastinya, nanti kami akan menganalisanya,” papar Aji kemudian.
Kasi Data dan Teknologi Informasi Bidang Perencanaan dan Standarisasi Disdikpora DIY, Dwi Agus Muchdiharto menunjukkan, berdasarkan data rerata jumlah nilai UN untuk SMK, berturut-turut tertinggi Kota Jogjakarta dengan total nilai 254,89, disusul Kulonprogo (250,12), Gunung Kidul (246,16), Sleman (241,14), dan Bantul (237,46).
Untuk SMA/MA Jurusan IPA, rerata jumlah nilai berturut-turut Kota Jogjakarta (68,55), Sleman (61,49), Gunung Kidul (61,32), Bantul (60,90), dan Kulonprogo (60,32). Untuk IPS, berturut-turut Kota Jogjakarta (62,86), Sleman (61,04), Bantul (59,57), Kulonprogo (57,16), dan Gunung Kidul (56,99).
Untuk Jurusan Bahasa, berturut-turut Gunung Kidul (74,57), Sleman (72,47), Kota Jogjakarta (65,99), dan Bantul (53,13). Kulonprogo tidak memiliki SMA/MA Jurusan Bahasa. Untuk Jurusan Agama, berturut-turut Kota Jogjakarta (69,70), Sleman (61,11), Bantul (60,98), Gunung Kidul (56,52), dan Kulonprogo (53,28). (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan