Doa untuk Keselamatan Bangsa

IMG_20161125_175403
JOGJA – Rencana Aksi Bela Islam yang diagendakan dilaksanakan 2 Desember mendatang di Jakarta dinilai kurang bermanfaat. Rencana itu terkait kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), gubernur nonaktif DKI Jakarta.
Hal itu mengemuka dalam doa bersama di Wonokromo, Pleret, Bantul, Rabu (23/11) malam.

Ribuan umat Islam ikut meghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah tokoh turut hadir. Di antaranya, Rois  Syuriah PCNU Bantul Kyai Haji Abdul Kholiq Syifa’, Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Pakualam X, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Fajar Setiawan, dan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, dan Kepala Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) DIY Prof Nizar.
Prof Nizar menyatakan, doa bersama ini merupakan bukti bahwa publik mempercayakan segala sesuatu urusan terkait persoalan hukum. Tentunya dengan mengedepankan supremasi hukum dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Ini bagian dari doa umat untuk keselamatan bangsa dari keterpurukan dan pihak-pihak yang ingin mendegradasi NKRI dan pihak-pihak yang tidak mempercayai supremasi hukum,” katanya.
Nizar menuturkan, rencana Aksi Bela Islam ABI pada 2 Desember mendatang lebih besar mudharatnya daripada manfaatnya. Apalagi, aksi damai yang sebelumnya telah dilaksanakan dinilai sudah cukup membuktikan dan mewakili semua kalangan umat Islam dalam penegakan hukum terkait kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Ahok. “Sekarang hukum sudah ditegakkan, mau demo lagi, demo yang ketiga ini mengindikasikan mudharat yang lebih besar,” ungkapnya. (man)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan