Drifting Tuntut Keterampilan Tinggi

drifting

SLEMAN – Komunitas penggemar drifting di Indonesia tergolong masih sedikit dan terbatas, meski sudah mulai digemari di Jakarta. Sebuah perusahaan minyak pun mengajak belajar dan latihan para penggemar dan yang ingin bisa melakukan drifting.

Diadakan dua kali setahun, kali ini perusahaan minyak itu mengajak pehobi setir mobil dengan gaya drifting untuk latihan di lapangan parkir stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY, Sabtu (15/12).

“Drifting salah satu cabang olahraga otomotif yang menuntut keterampilan tinggi dan performa mesin yang superior. Di sisi lain sangat menghibur penonton,” kata Marketing Manager PT Total Oil Indonesia, Magdalena Naibaho, di sela acara Nongkrong Bareng TOTAL di stadion tersebut.

Ajakan untuk melakukan drifting secara benar itu juga untuk mengurangi aksi balap liar di jalanan. Sekaligus bagian dari serangkaian kegiatan penjualan perusahaan tersebut di sejumlah kota di pulau Jawa. Acara yang sama akan digelar pula di Surabaya.

Ia menambahkan, ajang Drift Camp yang digagas IDC (Indonesia Drift Community) merupakan kegiatan berlatih sekaligus menjadi wadah tukar ilmu dan latihan bagi para drifter profesional, amatir, maupun mereka yang baru tertarik dengan olahraga tersebut.

Ketua IDC, Denny Pribadi mengakui, komunitas drifting masih sedikit. Paling banyak ada di Jakarta. Pihaknya mencari bibit drifter yang potensial untuk bisa menjadi atlet. “Saya lebih suka kalau ada yang sama sekali belum bisa untuk belajar,” katanya.

Meski sama-sama ngesot, ternyata ada perbedaan antara slalom dan drifting. “Kalau slalom itu pelan dan kalau ngesot dekat dengan cone. Drifting justru menjauhi,” jelas Denny seraya mengatakan, sekilas antara slalom dan drifting sama namun cara mengemudinya berbeda.

Penilaian dalam lomba juga berbeda. “Dalam drifting, pengemudi harus secepatnya menaklukkan lintasan dengan gaya ngesot. Sedangkan slalom lebih lamban dan moncong mobil mendekati cone yang dipasang sebagai rintangan. Penilaian pokok termasuk keindahan saat mobil ngesot,” tutur Denny kemudian. (ful)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan