Dunia Akui Tenaga Kompeten Indonesia Bidang Minerba

crirsco

JOGJA (jurnaljogja.com) – Indonesia boleh berbangga. Dunia telah mengakui tenaga kompeten Indonesia di bidang minerba (mineral dan pertambangan). Dibuktikan dengan diterimanya KCMI (Komite Cadangan Mineral Indonesia) menjadi anggota ke-11 CRIRSCO (Committee for Mineral Reserves International Reporting Standards). Dengan demikian, laporan tenaga kompeten Indonesia tentang sumberdaya mineral akan diakui dunia internasional.

“Hanya dalam waktu satu tahun CRIRSCO telah memasukkan Indonesia sebagai anggota. Ini luar biasa karena ada negara lain yang sudah bertahun-tahun belum juga dimasukkan sebagai anggota,” ujar Ketua Komite Bersama KCMI, Khairulnas, di sela acara CRIRSCO Annual Meeting, di Hotel Tentrem Jogjakarta, Selasa (31/10).

Pada acara pertemuan tahunan itu pula Chairman CRIRSCO, Ian Goddard, menyerahkan langsung sertifikat tanda keanggotaan bagi Indonesia kepada Khairulnas. Turut mendampingi Sri Raharjo selaku Direktur Pengusahaan Batubara, Ditjen Minerba, Kementerian ESDM, Ketua MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) Arif Zardi Dahlius, Ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) Sukmandaru, dan Ketua Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) Tino Ardianto.

Selain Indonesia, 10 negara lainnya yang pelaporannya telah diakui sekaligus menjadi anggota CRIRSCO masing-masing Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Brazilia, Chile, Eropa, Kanada, Kazakhstan, Mongolia, dan Rusia.

Dengan diakuinya tenaga kompeten Indonesia, ujar Khairulnas, negara maupun perusahaan mineral dan pertambangan di Indonesia tak lagi harus bergantung sepenuhnya pada tenaga asing. Hanya saja, jumlah tenaga kompeten Indonesia saat ini masih tergolong minim. Baru ada 244 orang. Sangat tidak sebanding dengan 6.500 perusahaan yang mengantongi ijin tambang.

Pengakuan CRIRSCO, menurut Sri Raharjo, akan sangat menguntungkan bagi pemerintah atau negara. Paling tidak, laporan yang dibuat pun akan lebih akuntabel sehingga data-data tahunan yang dikeluarkan kementerian ESDM dipastikan akan lebih akurat. “Tentu ini akan sangat menggembirakan bagi investor yang hendak masuk ke Indonesia. Tak usah kerja dua kali untuk memperoleh data cadangan maupun tentag eksplorasi di Indonesia seperti selam ini karena laporan yang disusun tenaga kompeten Indonesia sudah terstandar.”

CRIRSCO selama ini merupakan lembaga internasional yang mengembangkan standar internasionaluntuk pelaporan sumberdaya maupun cadangan mineral. standar tersebut berfungsi sebagai core code dan guidelines bagi setiap negara yang ingin mengadopsi CRIRSCO ke dalam standar pelaporan negaranya. Salah satu asas utama yang dianut dalam standar tersebut, yaitu asas transparansi. Laporan harus menyajikan informasi yang cukup, penyajian yang jelas dan tidak membingungkan.

Selanjutnya asas materialistis. Laporan perlu memuat semua informasi relevan dan berimbang yang diperlukan investor dan penasihat profesionalnya untuk mengambil keputusan yang tepat. Kemudian asas kompeten, laporan dibuat oleh tenaga kompeten yang mempunyai pengalaman relevan dan pengetahuan yang juga cukup. “Sebagai contoh, tenaga kompeten di bidang batubara tidak berwenang menyusun laporan di bidang minyak. Begitu juga sebaliknya,” jelas Tino. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan