Dunia Makin Membingungkan Lulusan Harus Siap

Cum Laude: Sebagian wisudawan UKDW yang berhasil meraih prestasi membanggakan dengan predikat cum laude, pada wisuda yang digelar di kampus setempat, Sabtu (24/11).

Cum Laude: Sebagian wisudawan UKDW yang berhasil meraih prestasi membanggakan dengan predikat cum laude, pada wisuda yang digelar di kampus setempat, Sabtu (24/11).

JOGJA – Setiap lulusan UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) Jogjakarta diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi diri seutuhnya serta mengalami transformasi hidup menjadi individu intelektual dan profesional.

“Tak kalah penting menjadi pribadi yang unggul dan terpercaya, yang mampu menghadapi dunia yang demikian cepat berubah serta makin berat tantangannya,” pesan Rektor UKDW, Ir Henry Feriadi MSc PhD, kepada 209 wisudawan, pada upacara wisuda, di kampus setempat, Sabtu (24/11).

Dunia yang sangat cepat berubah saat ini, lanjut Henry, sering digambarkan dengan istilah VUCA world, kepanjangan dari Volatile, Uncertained, Complex, Ambigous. “Artinya dunia yang bergejolak, tidak pasti, kompleks atau ruwet, dan membingungkan,” jelasnya.

Kondisi seperti itu dialami pada semua spektrum kehidupan di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan alam, dan keamanan. Setiap peristiwa baik maupun buruk yang terjadi di suatu tempat sangat mungkin berdampak pada tempat lain. “Dunia makin terkait, saling bergantung, dan mempengaruhi,” tandas Henry.

Terlebih, tuturnya kemudian, dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat maju sekarang ini, perubahan-perubahan yang disruptif dan saling berdampak atau interconnected pasti akan makin sering terjadi.

Selain itu, dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja dipengaruhi oleh perubahan yang disebut Revolusi Industri 4.0, yang konon didorong oleh kemajuan Cyber Physical System, meliputi Artificial Intelligence, Big Data, Internet of Things, Virtual Reality, dan lain-lain yang berdampak langsung tak hanya pada bidang industri, bisnis usaha, dan ekonomi, namun juga mempengaruhi pendidikan tinggi.

“Setidaknya akan mempengaruhi metode pembelajaran, inovasi teknologi edukasi, hingga prospek lulusan yang akan masuk ke dunia kerja yang telah berubah kebutuhan dan tantangannya,” papar Henry seraya mengemukakan, 209 lulusan pada wisuda tersebut terdiri dari 185 lulusan program Sarjana (S1) dan 24 lulusan program Pascasarjana (S2 dan S3). (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan