FBS UNY Genjot Publikasi Ilmiah

Erna Andriyanti (kiri) dan Wiyatmi

Erna Andriyanti (kiri) dan Wiyatmi

JOGJA – Seiring dukungan universitas, FBS UNY (Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta) terus menggenjot jumlah riset dan publikasi ilmiah para dosen. Salah satunya dengan menggelar seminar atau konferensi internasional sehingga jumlah publikasi dosen meningkat, di jurnal maupun prosiding dari lembaga pengindeks yang bereputasi, terutama scopus.

“Kami tidak hafal jumlah publikasi ilmiah para dosen FBS saat ini. Yang jelas semua dosen memiliki akun ilmiah masing-masing dan setiap dosen paling tidak wajib menyusun satu riset dan publikasi ilmiah per tahunnya,” ungkap Ketua Jurusan PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) FBS UNY, Dr Wiyatmi MHum, di kampus setempat, Selasa (9/10).

Kepala Humas FBS UNY, Dr Erna Andriyanti mengemukakan, fakultas juga memiliki kelompok peneliti dan saat ini tak hanya meningkatkan jumlah penelitian tapi bagaimana hasil-hasil penelitian itu kemudian dipublikasikan di dalam jurnal ilmiah yang terindeks scopus. “Tahun ini saja FBS menggelar tak kurang dari duapuluh delapan seminar internasional. Salah satu harapannya, karya ilmiah para dosen itu akan terindeks scopus,” katanya.

Karena itu pula, lanjut Wiyatmi, PBSI FBS UNY menggelar seminar internasional ICILLE (International Conference on Interdisiplinary Language, Literature, and Education) selama dua hari, 10-11 Oktober 2018, sebagai ujud komitmen untuk mendukung riset dan publikasi ilmiah bagi dosen.

“Konferensi untuk mewadahi dosen, ilmuwan, atau pemerhati bahasa dan sastra guna mempublikasikan hasil penelitian atau pemikiran mereka mengenai isu-isu mutakhir berkaitan dengan persoalan bahasa, sastra, dan pendidikan di era multimedia,” jelas Wiyatmi kemudian.

Tercatat 183 pemakalah akan mempresentasikan pemikirannya. Selain Indonesia, beberapa negara yang terlibat berasal dari Malaysia, Inggris, Australia, Thailand, dan Polandia. “Dengan pemakalah yang berasal dari berbagai benua, diharapkan isu-isu yang mengemuka semakin beragam dan dapat menjadi ajang bertukar ide, gagasan, serta keilmuan bahasa, sastra, atau pendidikan yang mutakhir dari negara-negara peserta,” tutur Wiyatmi.

Konferensi juga memberikan fasilitas coaching clinic oleh para penulis andal. “Sekaligus menjadi reviewer agar karya ilmiah para peserta dapat dipublikasikan di beberapa jurnal yang kredibel atau prosiding yang terindeks scopus, seperti the International Journal of Social Welfare Promotion and Management, the Asia-Pacific Journal of Multimedia services convergent with Art, Humanities, and Sociology, dan lain-lain,” papar Wiyatmi lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan