FTI UII Gunakan Listrik Matahari

IMG_20170322_163432
Setyawan menjelaskan soal energi listrik matahari bersama Sri Kusumadewi.
JOGJA – Harga energi yang semakin mahal serta mewujudkan infrastruktur dan lingkungan kerja serta lingkungan studi yang terstandar dan berorientasi kampus lestari (green campus), FTI UII (Fakultas Teknologi Industri – Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta menggunakan energi matahari sebagai sumber energi listrik mereka.
“Ini sekaligus membuka wawasan mengenai energi alternatif,” ungkap Wakil Dekan FTI UII, Dr Sri Kusumadewi SSi MT, didampingi Ketua Tim Solar Project FTI UII yang juga dosen prodi Teknik Elektro, Setyawan Wahyu Pratomo ST MT, kepada wartawan, di kampus setempat, Selasa (21/3).
Pimpinan FTI UII menginisiasi pembangunan pembangkit listrik yang bersumber dari potensi sumber energi terbarukan, tenaga surya. Berdasar studi kelayakan, sumber energi terbarukan sinar matahari memiliki potensi yang mampu dikonversikan menjadi energi listrik sebesar 4,8 kWh/m2/hari.
Proyek pembangunan sel surya FTI UII dengan nama ‘2 X 5000 watt – Solar Power Generation’, dengan total investasi sekitar Rp 522 juta dengan umur ekonomi 15 tahun, akan memberikan suplai untuk LCD di 36 ruang kuliah, dengan total energi untuk dua ruas beban atau 36 kelas sejumlah 28,98 kWh per hari, mampu menghemat Rp 55 juta setahun.
Dari segi AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) pengimplementasian sel surya itu berdampak signifikan pada pengurangan karbon karena ordenya 10.000 watt cukup besar kalau diekuivalenkan dengan mesin generator konvensional yang berbahan bakar BBM.
Dengan adanya project tersebut, khususnya Program Studi Teknik Elektro FTI UII diharapkan dapat memiliki riset yang lebih dari yang lain dalam pemanfaatannya. “Jadi ini tidak sekadar untuk menyelesaikan masalah tapi juga menjadi proyek awal untuk pengembangan ke depan,” ujar Setyawan. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan