Gadis Garut Wisudawan Terbaik UAD

Wisuda: Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum memindahkan kuncir toga salah seorang wisudawan, pada upacara wisuda UAD periode November 2018, di gedung JEC, Jogjakarta, Sabtu (24/11).

Wisuda: Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum memindahkan kuncir toga salah seorang wisudawan, pada upacara wisuda UAD periode November 2018, di gedung JEC, Jogjakarta, Sabtu (24/11).

JOGJA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta mewisuda 1.868 orang lulusan, pada upacara wisuda periode November 2018, di gedung Jogja Expo Center (JEC) Jogjakarta, Sabtu (24/11). Sebanyak 768 wisudawan di antaranya berhasil lulus dengan predikat cum laude.

Gadis kelahiran Garut, Jawa Barat, 3 September 1996, Luthva Luviandani Pratiwi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat berhasil menjadi lulusan terbaik dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,97. “Epidemiologi merupakan peminatan dan ilmu yang saya sukai sejak awal masuk kuliah,” katanya.

Dengan menyukai epidemiologi, Luthva memiliki keinginan menekan angka penyebaran penyakit menular di Indonesia. “Karenanya, setelah lulus ini saya masih ingin melanjutkan studi S2 di bidang kesehatan,” ujar puteri pasangan H Wahyudin dan Hj Endah Nurhayati itu.

Kedua orangtua itu pula yang memotivasi Luthva untuk selalu tekun belajar. “Saya tidak ingin mengecewakan orang-orang di sekitar saya dan juga keluarga. Mengusahakan yang terbaik dalam semua hal merupakan sesuatu yang mesti terus dilakukan,” tutur gadis yang menyukai drama Korea itu.

Sedangkan Lina Anggraeni dari program studi Pendidikan Matematika selaku lulusan terbaik ke-2 dengan IPK 3,96 mengaku tak menemui kendala serius hingga menghambat perkuliahannya. “Sempat trauma berat yang berakibat ke psikologis dan syaraf otak, tapi itu tak pernah menyurutkan semangat saya untuk belajar,” katanya.

Gadis kelahiran Rembang, Jawa Tengah puteri pasangan Supagi dan Sripah itu aktif di Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika selama dua periode. Bersama timnya pernah menjadi juara I lomba futsal dalam acara Mathematic Skill Competition ke-4.

Ketika musim libur, saat mudik, Lina tak segan membantu pekerjaan di sawah. “Apapun yang bisa dikerjakan untuk meringankan kerja orangtua, akan saya lakukan,” tutur gadis yang gemar membaca novel dan kini sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan kuliah S2 itu.

Sebagai wisudawan terbaik ke-3, Mahayu Agustia Jayanti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,95 memiliki segudang prestasi. Antara lain pernah juara 2 Duta Sehat FKM UAD, juara 2 Debat Kesehatan di Universitas Andalas Padang, juara 3 dan best speaker Debat Kesehatan UAD, juara 1 Debat Kesehatan ISMKMI Stikes Hangtuah Pekanbaru, serta juara 3 dan best speaker Debat Kesehatan UI Jakarta.

“Saya belajar sewajarnya, yang penting serius dan fokus. Saya juga aktif di Pojok ASI FKM UAD, yang merupakan salah satu organisasi di bawah FKM. Kegiatannya meliputi penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ASI,” ujar Mahayu yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur itu. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan