Gawai Bonnie Raih Prestasi Emas

Emas: Bonnie Ferdinand Akbar (tengah), didampingi Rr Wuri Handarini SSi dan Basuki MPd, menunjukkan aplikasi yang mengantarnya meraih medali emas pada kompetisi penelitian tingkat DIY.

Emas: Bonnie Ferdinand Akbar (tengah), didampingi Rr Wuri Handarini SSi dan Basuki MPd, menunjukkan aplikasi yang mengantarnya meraih medali emas pada kompetisi penelitian tingkat DIY.

JOGJA – Satu bukti lagi. Ternyata gawai, smartphone, tak harus berdampak negatif bagi penggunanya. Bahkan, di tangan anak muda, Bonnie Ferdinand Akbar, aplikasi yang ia kembangkan di smartphone bisa mendulang prestasi emas. Siswa klas XII SMAN 10 Jogjakarta itu mampu meraih medali emas pada ajang penelitian di antara para siswa se DIY.

“Saya memenangi medali emas pada Sagasitas bidang Kewirausahaan tahun ini. Sebuah ajang kompetisi penelitian yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY,” ujar Bonnie ketika ditemui di sekolahnya, Senin (23/7). Turut mendampingi Kepala Sekolah SMAN 10 Jogjakarta, Basuki MPd, dan guru pembimbingnya Rr Wuri Handarini SSi.

Bukan perkara mudah bagi Bonnie hingga ia mampu mencapai puncak prestasi itu. Dimulai dari pengajuan proposal, anak tunggal kelahiran 2001 itu harus bersaing bersama 700 proposal lainnya. Setelah melalui seleksi, dari jumlah tersebut hanya diambil 222 karya. Penelitian Bonnie bertajuk Spocialapp pun mampu menarik hati dewan juri hingga ia meraih emas dan berhak mewakili DIY pada ajang FIKSI (Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia) di Jakarta, Oktober mendatang.

Aplikasi yang dikembangkan ia namai Spocial karena memang memadukan antara sport dan social media. Melalui smartphone, seseorang bisa melihat catatan capaian aktivitas olahraganya. Misal, jogging. Memanfaatkan aplikasi yang saat ini sedang dikembangkan Bonnie, itu seseorang akan bisa melihat jumlah kalori yang terbakar, catatan waktu, dan lain-lain. Hingga jumlah langkah kaki yang ditempuh pun bisa terekam.

Lebih mengasyikkan karena catatan capaian itu bisa dibagi ke pengguna aplikasi yang sama di media sosial. Bahkan pengguna juga bisa melihat, catatan capaiannya itu berada pada level berapa sehingga bisa membandingkan dengan catatan capaian orang lain. “Secara tidak langsung, melalui media sosial, sejumlah orang bisa saling berlomba untuk mencapai level terbaik,” papar Bonnie.

Terkait kewirausahaan, pengembangan aplikasi rekaan Bonnie tersebut sangat potensial untuk mendatangkan iklan sekaligus komersialisasi aplikasi itu sendiri. “Nantinya saya memang kepengin menjaring iklan melalui smart advertisement placement, serta micro transaction ketika sudah masuk ke google app,” ujarnya mantap.

Selaku guru pembimbing, Wuri mengaku sangat bangga dengan capaian prestasi Bonnie. “Kebetulan ketika klas X, saya wali kelasnya. Bonnie ini kami anggap cukup istimewa. Meskipun prestasi akademiknya tidak lebih baik dibandingkan kawan-kawannya, namun ia memiliki prestasi non akademik di bidang komputer yang sangat bagus. Tak heran jika kemudian mampu mengungguli rekan-rekannya. Bahkan se DIY,” tuturnya.

Sekolah tempat Bonnie menempuh studi pun sangat membanggakan prestasinya tersebut. “Paling tidak, Bonnie telah mampu menunjukkan, siswa SMA Negeri 10 juga bisa berprestasi seperti siswa-siswa dari sekolah lain. Prestasi Bonnie pun mampu menunjukkan karakter yang kami bangun sebagai visi sekolah. Yakni tanggungjawab, disiplin, dan kerja keras. Tanpa tiga karakter tersebut, mustahil Bonnie mampu meraih prestasi emas itu,” ujar Basuki selaku Kepala Sekolah SMAN 10 Jogjakarta. (rul).

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan