Gebyar Budaya Baca dan Wakaf Buku

IMG_20160817_193325

Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
JOGJA – Kemampuan anak dalam membaca sangat menentukan keberhasilan pendidikannya kelak. Upaya untuk mendorong agar anak gemar membaca tak hanya menjadi tanggungjawab sekolah namun juga membutuhkan peran orangtua dan masyarakat. Pembagian peran dan tanggungjawab tersebut dikuatkan oleh SDN (Sekolah Dasar Negeri) Ngotho, Bantul, DIJ, dengan menyelenggarakan ‘Gebyar Budaya Baca dan Wakaf Buku’, di sekolah setempat, Selasa (16/8).
“Kami menyadari sangat penting mendapatkan pendampingan dan dukungan berbagai pihak untuk membudayakan membaca dalam kehidupan sehari-hari para siswa. Setelah didampingi USAID PRIORITAS sejak 2013, kami mulai mengembangkan budaya baca di sekolah. Namun, kami menyadari membutuhkan ketersediaan buku. Karena itu, kami berupaya menghimpun, salah satunya dengan kegiatan ini,” jelas Kepala SDN Ngotho, Sutinem.
Untuk bersama-sama merasakan pembiasan membaca di sekolah, semua wali murid, pengawas, tokoh masyarakat, camat, kepala UPT Dinas Pendidikan, serta para donatur buku dari dunia usaha dan industri yang menghadiri kegiatan itu bersama-sama membaca senyap selama 15 menit. Orangtua  bersama anak-anaknya, guru dan seluruh undangan memilih buku di warung ilmu yang telah tersedia di halaman sekolah kemudian duduk di sudut-sudut baca.
“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini. Saya bisa membaca bersama-sama teman dan orangtua. Ada banyak buku baru juga dari sumbangan orang-orang,” ujar siswa klas VA, Olive, usai membaca. Hal senada disampaikan siswa lain. Mereka pun mengharapkan, kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan.
Salah seorang wali murid, Marlen Rosen menyampaikan dukungannya terhadap gerakan membaca dan wakaf dari wali murid dan stakeholder tersebut. Dirinya telah sering diminta sekolah mendampingi anaknya membaca. Lalu dia bersama tim sekolah juga telah melakukan jemput bola buku kepada orangtua yang punya buku bekas untuk mengatasi ketersediaan buku. “Anak-anak ¬†cepat sekali bosan, sehingga kita harus sering-sering memberikan buku bacaan baru,” katanya.
Ketersedian buku yang variatif dan pembiasaan siswa untuk gemar membaca merupakan dua elemen penting dalam budaya baca. Camat Sewon, Kwintarto HP SSos pun menyatakan, sangat mendukungan upaya SDN Ngotho untuk memenuhi dua kebutuhan tersebut dalam sebuah kegiatan.
“Mampu mengkondisikan sekolah dan membudayakan anak-anak bisa membaca rutin merupakan perkerjaan yang tidak mudah. Kami sangat bangga bisa hadir di sini dan memberikan sedikit tenaga untuk mendukung penguatan budaya baca di sekolah. Semoga langkah ini bisa diterapkan di sekolah lain juga,” ungkap Kwintarto.
Dosen Universitas Negeri Yogyakarta dan pendamping sekolah dari program USAID PRIORITAS, Unik Ambarwati MPd, juga memberikan apresiasi kepada sekolah. “Partisipasi aktif dari semua pihak untuk menciptakan ekosistem membaca yang kondusif memang perlu dibangun dari kegiatan serupa,” tandasnya.
Hasil dari kegiatan sehari tersebut, telah diwakafkan ratusan buku berbagai judul untuk sekolah dan sumbangan dana untuk pembelian buku. Terjalin pula komunikasi aktif antara sekolah, orangtua, masyarakat, dunia usaha-industri, dan pemangku kepentingan pendidikan di sekitar sekolah untuk membangun budaya membaca bersama-sama. (rul)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan