Gerindra Usung Caleg Disabilitas

Anton Prabu Semendawai

Anton Prabu Semendawai

JOGJA – Sebagai bentuk konsistensi mendukung keberadaan sekaligus pemberdayaan kaum difabel, DPC Gerindra Kota Jogjakarta mengusung dua orang bacaleg yang menyandang tunanetra dalam daftar caleg yang mereka ajukan ke KPU kota setempat. Partai tersebut juga mengedepankan perempuan, dengan memasang mereka di nomor urut satu.

“DPP Partai Gerindra menjadi partai pendorong prolegnas terkait keberadaan dan pemberdayaan kaum difabel. Karena itu, kami di daerah juga konsisten memperjuangkan sekaligus memberi ruang yang luas kepada saudara-saudara kaum difabel,” tutur Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogjakarta, Anton Prabu Semendawai, di sela pendaftaran bacaleg, di kantor KPU Kota Jogjakarta, Selasa (17/7).

Untuk pileg (pemilu lagislatif) 2019 mendatang, Gerindra Kota Jogjakarta mengusung 40 bacaleg dengan dua di antaranya sebagai penyandang disabiitas. Masing-masing atas nama Harri Feryanto SHut MP yang penglihatannya tinggal tiga persen sehingga nyaris buta, dan Ahmad Tosirin Anaess Saburi SH penyandang low vision. Keduanya akan bertarung di dapil 4 dan 5 kota Jogjakarta.

Di kota Jogja, Gerindra menargetkan dua kursi di masing-masing dapil. Kalau target itu terpenuhi maka partai bentukan Prabowo Subianto itu akan meraup 10 kursi pada pileg 2019 mendatang. Pada pemilu 2019, kota Jogjakarta dibagi menjadi lima dapil. “Gerindra di DPRD Kota Jogjakarta saat ini memiliki lima kursi. Periode mendatang semoga naik dua kali lipat seperti yang ditargetkan,” harap Anton.

Menariknya, lima orang anggota Partai Gerindra yang duduk di DPRD Kota Jogjakarta saat ini semuanya perempuan. “Barangkali kami satu-satunya partai yang di dalam satu DPRD semua anggotanya perempuan. Ini sekaligus sebagai bukti Gerindra sangat peduli terhadap keberadaan perempuan. Kami juga menempatkan bacaleg perempuan pada nomor urut satu di masing-masing dapil,” ujar Anton kemudian.

Ditemui secara terpisah, KPU Kota Jogjakarta tidak mempermasalahkan adanya bacaleg difabel seperti yang diajukan Gerindra. “Dalam persyaratan yang harus dipenuhi bacaleg memang ada klausul sehat jasmani, rohani, dan bebas narkoba, namun itu bukan berarti harus menghalangi saudara-saudara kita kaum difabel untuk maju dalam pemilu,” ujar Ketua KPU Kota Jogjakarta, Wawan Budiyanto.

Adanya peraturan itu, imbuh Wawan, tidak dimaksudkan untuk menghalangi kaum difabel turut serta pada pemilu, atau maju sebagai caleg. “Sepanjang mereka memiliki kemampuan, saya kira tidak masalah. Jadi, apa yang dilakukan Gerindra boleh-boleh saja. Asal yang bersangkutan benar-benar memiliki kemampuan,” tandasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan