GKR Hemas : Pancasila sebagai Dasar Negara Sudah Final

HARGA MATI : Anggota DPD RI GKR Hemas saat memebrikan materi sosialisasi Pancasila kepada para guru madrasah se-DIJ senin (1/4).

HARGA MATI : Anggota DPD RI GKR Hemas saat memebrikan materi sosialisasi Pancasila kepada para guru madrasah se-DIJ senin (1/4).

JOGJA – Pancasila sebagai ideologi dasar Indonesia sudah final. Masyarakat diminta bersikap ideologi yang ingin merusak persatuan dan kesatuan NKRI. Termasuk menolak tegas khilafah.

Itu disampaikan anggota DPD RI GKR Hemas saat sosialisasi Pancasila kepada para guru Madrasah di kantor Perwakilan DPD RI DIJ Senin (2/4). “Kalau masih ada kelompok yang tidak mau mengakui Pancasila, tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya, tidak menghormati bendera Merah Putih, maka masyarakat harus tegas menyikapinya,” pesannya. “Pancasila sebagai dasar negara itu sudah final,” sambungnya.

Hemas mengingatkan agar masyarakat jangan mau untuk diadu domba oleh kepentingan segelintir orang yang akan merusak persatuan dan kesatuan NKRI. “Semaju-majunya bangsa yang sudah superpower saja mereka tetap bangga dengan negaranya,” kata Hemas.

Istri Gubernur DIJ HB X itu menyebut, selain sekolah, kampus juga menjadi lokasi penyebaran ideologi tersebut. Mereka tidak jarang melakukan diskusi-diskusi terkait agama. Padahal, ideologi yang mereka bawa bukan Islam di Indonesia.

“Kami tidak mempersoalkan agama. Kalau menilai Islam di Indonesia lebih baik. Jangan mau dimasuki ideologi yang merusak kesatuan dan persatuan bangsa. Apakah mau kita diadu domba seperti Suriah,” kata senator dari daerah pemilihan DIJ itu.

Untuk membumikan kembali nilai-nilai Pancasila pada anak-anak, guru diminta untuk melibatkan mereka dalam group diskusi. Anak-anak dilatih untuk mengurai sila persila dari lima sila yang ada. Hak itu dilakukan sebagai salah satu langkah agar anak-anak memahami betul apa itu Pancasila. Baginya, meletakkan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara ini sangat penting.

Sedang Ketua Pusat Studi Pancasila UGM Heri Santoso berharap agar Pancasila sebagai dasar Negara harus terus dijaga agar NKRI tetap utuh dan terhindar dari perpecahan. Agar bangsa ini tetap berdiri kokoh, warga Negara harus mengamalkan sila-sila dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya sebatas slogan semata.

“Ajarkan kebudayaan dan agama yang benar di PAUD. Misalnya dengan bernyanyi dan bermain. Permainan asli Indonesia semuanya mengusung nilai-nilai gotong-royong dan tidak egois,” kata Heri. (tom)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan