Golkar DIY Optimis Rebut Satu Kursi DPR RI

Golkar: Gandung Pardiman (tiga kiri) salam komando bersama Haryadi Suyuti, beserta beberapa pengurus harian DPD Partai Golkar DIY.

Golkar: Gandung Pardiman (tiga kiri) salam komando bersama Haryadi Suyuti, beserta beberapa pengurus harian DPD Partai Golkar DIY.

JOGJA – Ditinggal Titik Soeharto yang meloncat ke Partai Berkarya, Partai Golkar DIY tetap optimis akan mampu merebut minimal satu kursi DPR RI dari dapil (daerah pemilihan) DIY. Melalui kader terbaiknya, Gandung Pardiman, Golkar sekaligus akan memastikan 200.000 suara yang pada pemilu sebelumnya masuk ke puteri kedua mantan Presiden Soeharto itu tidak akan lari dan tetap berada di Golkar.

“Kami berjanji akan mengelola sebaik-baiknya dua ratus ribu pemilih tersebut sehingga suara mereka akan tetap masuk ke Golkar. Kendati harus bekerja ekstera keras tapi kami optimis tak akan ada daerah yang goyah,” ujar Gandung, yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, di kantor Golkar setempat, Selasa (17/7) malam, sesaat sebelum mengantarkan berkas pendaftaran bacaleg mereka ke KPU DIY.

Dengan berpindahnya Titik Soeharto ke partai yang didirikan adiknya itu, otomatis Gandung akan menjadi anggota DPR RI melalui proses PAW (pergantian antar waktu). “Saya tidak tahu kapan akan dilantik tapi nantinya kalau boleh memilih, saya akan minta ditempatkan di Komisi IV DPR RI,” tutur politikus kawakan itu.

Gandung optimis melalui Komisi IV dirinya bisa lebih berperan dalam memajukan masyarakat melalui program desa sebagai pusat pertumbuhan. Pembangunan akan berhasil menyejahterakan masyarakat hanya jika melalui tata pertanian yang baik, swasembada pangan, sembako murah, rumah layak huni, serta revolusi industri yang lebih memihak ke masyarakat kecil.

Ia pun berjanji akan mengawal dana desa termasuk danais agar bisa lebih transparan dan tepat sasaran. “Saya pernah terlibat langsung saat pembahasan UU Desa. Selain itu sudah semestinya DPR ikut mengawasi penggunaan danais. Jadi, saya akan benar-benar bekerja keras meski sisa keanggotaan DPR RI itu tinggal empat bulan saja,” tegas Gandung.

Haryadi Suyuti selaku Ketua DPD Golkar DIY mengemukakan, 55 orang yang didaftarkan sebagai bacaleg ke KPU DIY merupakan kader-kader terbaik Golkar. “Kami mengharapkan agar mereka mampu berkiprah sebaik mungkin dan bermanfaat bagi masyarakat. Sekaligus merepresentasikan bahwa Suara Golkar adalah Suara Rakyat,” katanya kemudian.

Sebanyak 55 orang tersebut, imbuh salah seorang pengurus harian DPD Partai Golkar DIY Dedi Suwadi, merupakan seleksi dari 185 nama yang sebelumnya masuk. Dari 55 orang tersebut 23 orang kader perempuan. Artinya sudah melebihi kuota 30 persen seperti diamanatkan undang-undang. Dari jumlah 55 orang itu pula sebesar 30,9 persen merupakan kader-kader muda yang berusia 25-30 tahun.

Salah seorang pengurus harian lainnya, Erwin Nizar menyatakan, Golkar pada pemilu 2019 menargetkan 10 kursi di DPRD DIY dari sebelumnya delapan kursi. “Karena itulah seluruh bacaleg harus bekerja keras bagaimana merebut hati rakyat melalui karya nyata masing-masing,” ujar sosok yang juga tercatat sebagai salah satu bacaleg Golkar untuk DPRD DIY melalui dapil Bantul itu. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan