“Gondomanan 15” Bakal Tampil Mengisi SBP di Tembi

IMG_20160911_203806
JOGJA (jurnaljogja.com) – Temu penyair Jogja yang aktif menulis puisi sejak 1970-1980an melalui rubrik sastra ‘Renas’ kependekan dari Remaja Nasional di Harian Berita Nasional, bakal mengisi acara Sastra Bulan Purnama (SBP) edisi 60 di Tembi Rumah Budaya Jln. Parangtritis Km 8,5, Bantul, Jumat (16//9) malam.
    Para penyair yang dulu bermarkas di Kantor Harian Berita Nasional Jln. Brigjen Katamso 15 Gondomanan  itu diantaranya sudah tidak tinggal di Jogja.Yogya. Mereka adalah Ahmadun Yossi Herfanda, Adhie Massardi, Nana Ernawati, Dhenok Kristianti, Wicaksono Adi, Isti Nugroho (Jakarta), Bambang Widiatmoko (Bekasi), Andrik Purwasito (Solo), Naim Emel Prahana (Metro Lampung), Raharjo (Binjai, Sumatra Utara), Arwinto Syamsunu Aji (Kebumen), Sumanang Tirtasujana (Purworejo), Pipie Johan Egbert (Surabaya), Edi Romadhon (Purwokerto)  dan sebagian lainnya masih tinggal di Jogja.
    Koordinator SBP, Ons Untoro menjelaskan, paraa penyair itu disebut sebagai alumni ‘Renas’. Sejak pertegangan 1970an mereka masih kuliah di Jogja dan masuk dalam komunitas penulis di Jogjakarta. Kini, mereka selain masih terus menulis puisi, ada yang sudah menjadi guru besar, seperti Prof Dr Suminto Ahmad Sayuti (UNY), Prof Dr Andrik Purwasito (Universitas Sebelas Maret, Solo). Dan ada yang menjadi pengajar pasca sarjana sekaligus kurator, yakni Dr Suwarno Wisetromo. Juga ada yang berprofesi sebagai pengacara, seperti Naim Emel Prahana.
       Ons menyebut Butet Kartaredjasa, seorang aktor dan sekarang dikenal sebagai selebriti. Adalah salah satu dari 37 alumni Renas yang ikut dalam antologi puisi ‘Gondomanan 15’. Pada 30 tahun lalu, selain menulis puisi, sketsa atau vignet, Butet disebutnya banyak menulis karya jurnalistik. “Pada antologi puisi alumni Renas yang berjudul Gondomanan 15 ini, Butet mengirimkan 10 karya sketsanya,” tutur Ons.
        Menurutnya, ada 100 lebih penyair alumni Renas dari rentang waktu 1974-1980an. Tidak termasuk dihitung tahun 1986 dan sesudahnya. Dari jumlah itu, hanya 34 penyair yang mengirim puisi, 3 diantaranya mengirimkan, karena sampai sekarang masih menulis puisi dan melukis, selebihnya sudah sibuk dengan aktivitas lain.
       Sementara menurut Indra Tranggono, penyair alumni Renas, yang sekarang dikenal sebagai cerpenis, puisi-puisi penyair Jogja angkatan-1980-an khas “Renas” (Remaja Nasional), dapat menjadi tanda kebudayaan bahwa tradisi kreatif telah dimulai, dicoba, dijalani untuk mencari dan  menemukan kemungkinan estetik-kultural. Sajak menjadi representasi pengalaman sosial dan pengalaman estetik yang bermakna. “Kita bisa menangkap gumam tentang gebalau zaman, atau kecemasan-kegelisahan sosial dan personal yang memantulkan pergulatan penyair untuk selalu teguh menggenggam nilai-nilai yang terancam tanggal dan gugur dari tangkai peradaban. Dan, aroma kecemasan itu kini masih hadir di sini, di rongga jiwa kita,” kata Indra.
Selain diisi pembacaan puisi, akan dialunkan lagu puisi oleh Rimawan Ardono, di antaranya akan menggubah puisi Sutirman Eka Ardana dan Suwarno Wisetrotomo. Grup musik Alien dari Magelang akan menggubah puisi karya Mustowa W.Hasyim, Naim Emel Prahana dan Darmanto Andreas menjadi lagu. Tak ketinggalan Gethek Artinspiration dari Purwokerto akan tampil dalam pertunjukan puisi. Akan hadir juga pembaca tamu, Abdul Haris Semendawai, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
     Nama-nama yang lain yang masuk dalam antologi puisi alumni Renas, dengan judul ‘Gondomanan 15’, Anthon YS Taufan Putra, Ari Basuki, Bambang Nugroho, Budi Nugroho, Christy Dewayani, Effy Widjono Putro, Enes Pribadi, Hamid Nuri, Krisna Miharja, Marjudi Suaeb, Masduki Attamami, Purwadmadi, Suitirman Eka Ardhana dan Tri Wintolo. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan