GPK – Polri Deklarasi Pemilu Damai

IMG-20180423-WA0027

JOGJA —Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Khittah DIJ bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia, Minggu
malam (22/4)mengumandangkan Deklarasi Pemilu Damai. Menurut pembina GPK Khittah DIJ HM.Syukri Fadholi, pernyataan sikap ini sebagai pesan dan ajakan moral penyelenggaraan Pemilu 2019 agar berjalan tertib aman dan damai.

“Deklarasi ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab kebangsaan guna mewujudkan suasana yang damai dan tentram dalam menyongsong pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019,” tandas Syukri Fadholi di sela acara yang berlangsung di Pendopo Lawas Alun-alum Utara Jogja. Selain itu, deklarasi ini diakuinya sebagai salah satu bentuk keikutsertaan GPK Khittah DIJ bersama Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan damai.

Sementara AKBP Ahmad Hanafi dari Ditbinmas Polda DIJ menyampaikan apresiasi kepada GPK Khittah DIJ yang telah peduli kepada kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. “Kita semua berharap agar pemilu sebagai pesta demokrasi dapat berjalan aman, damai dan menyenangkan,” tegasnya di hadapan seribuan hadirin. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi hoax, fitnah dan ujaran kebencian. “Terpenting adalah menjaga ukhuwah sehingga kelak saat pemilu yang menang ora umuk, kalah ora ngamuk,” pungkas AKBP Ahmad Hanafi.

Dalam kesempatan ini GPK menyatakan lima sikap Deklarasi Damai Jelang Pemilu 2019. Pertama, GPK Khittah DIJ memandang Pemilu adalah proses politik yang sangat bermakna, strategis, serta menentukan eksistensi, arah perjalanan dan masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Kedua, GPK Khittah DIJ mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Pemilu yang bermutu, demokratis, konstitusional, berkeadaban dan damai. “Ketiga, GPK Khittah DIY mendorong dan berusaha bersama dengan pemerintah dan Polri serta segenap komponen bangsa lainnya untuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif, aman dan damai, sehingga Pemilu 2019 menghasilkan wakil rakyat yang dapat menjadikan Indonesia maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat,” urai Syukri.

Keempat, pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya masyarakat Jogja agar menggunakan hak politiknya secara cerdas dan bermartabat, menjunjung tinggi kejujuran, kebersamaan dan terus berperan serta dalam menciptakan suasana tenang dan damai dalam proses demokrasi Pemilu 2019.

“Kelima, kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan bangsa untuk memelihara ukhuwah dan menghindarkan diri dari perpecahan dan mempererat tali persaudaraan guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. (tom)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan