Hati-hati Dengan Rekam Jejak Digital

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti

JOGJA – Sudah sepatutnya masyarakat atau kita semua menggunakan medsos (media sosial) secara bijak. Rekam jejak digital, atau apapun yang kita lakukan di dunia maya barangkali bisa terhapus di aplikasi whatsapp, tapi melalui big data atau data raya semuanya bisa dibuka atau dilacak secara mudah.

“Untuk mencari kerja, misalnya. Jika dulu cukup dengan daftar riwayat hidup, nantinya akan dilihat pula rekam jejak digital kita untuk mengetahui track record kita sebelumnya. Jadi, hati-hati karena rekam jejak digital kita tak akan hilang,” ungkap Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti, di Jogjakarta, Kamis (8/11).

Karena itu Niken menyarankan, terutama untuk anak-anak muda generasi milenial agar memanfaatkan medsos maupun fasilitas internet untuk kegiatan yang lebih positif. “Teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal jika kita mampu menyikapinya secara bijak,” katanya di hadapan tak kurang dari 100 anak muda peserta forum dialog yang digelar Kominfo, di Jogjakarta itu.

Tak hanya menyarankan, namun Kominfo juga menyediakan beasiswa digital talent bagi 20.000 anak muda yang tertarik pada bidang teknologi digital, seperti big data, cyber security, dan lain-lain. Sejak 2014 lalu pun Kominfo memiliki program mencetak 1.000 startup bagi anak-anak muda.

“Bukan hanya mereka, kami pun mempunyai program, UMKM Go Online untuk mendrorong pemasaran produk UMKM secara lebih luas, melalui berbagai macam pelatihan dan pendampingan,” tandas Niken seraya mengemukakan, itu semua perlu dilakukan mengingat pengguna internet di Indonesia saat ini telah mencapai 143 juta orang dan sedikitnya 49,5 persen di antaranya berusia 19-34 tahun.

Selaku salah seorang pembicara, anggota Komisi I DPR RI, Sukamta PhD menyatakan, banyak hal baru dan positif yang bisa kita lakukan, khususnya anak-anak muda, dengan memanfaatkan teknologi. “Dan kita mendorong ke arah itu karena banyak ruang gerak yang bisa dilakukan anak-anak muda, generasi milenial. Sekaligus untuk meningkatkan daya saing anak-anak muda itu,” tegasnya.

Hanya saja yang patut disayangkan, negara kita belum memilki road map terkait dengan dunia digital. “Apakah kita akan menjadi pemain besar di era 4.0 ini? Apakah kita hanya akan menjadi konsumen? Semua itu memerlukan road map, aturan, fasilitas penunjang yang jelas,” tutur anggota DPR RI asal fraksi PKS itu.

Dunia digital akan tertata baik asal memenuhi beberapa prasyarat. Antara lain menyangkut keamanan data, perlindungan terhadap transaksi e-money, keamanan internet, hingga sistem keamanan bagi pengguna internet itu sendiri. “Sayang semua itu belum kita miliki. Pemerintah acapkali memang selalu ketinggalan. Sementara, teknologi digital sudah lari kencang,” papar Sukamta kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan