Hoaks Tanggungjawab Sosial Bersama

usd

JOGJA – Persoalan penyebaran hoaks sudah menjadi pergulatan bangsa Indonesia sejak tiga tahun terakhir. Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi memicu ekskalasi hoaks. Dalam era demokrasi modern yang kita anut ini, hoaks menemukan posisi, relevansi, dan bahkan nilai ekonomisnya. Kesadaran dan tanggungjawab sosial semua pihak menjadi hal mendasar guna mengatasi persoalan hoaks

“Alumni, termasuk di dalamnya. Harus turut bertanggungjawab dalam keikutsertaannya mewujudkan tata masyarakat yang semakin bermartabat,” pesan Rektor USD (Universitas Sanata Dharma) Jogjakarta, Johanes Eka Priyatma MSc PhD, di hadapan peserta wisuda sarjana dan magister periode II 2017/18, di kampus setempat, Sabtu (24/3).

Rektor pun mengaku sempat terkejut ketika bulan lalu memperoleh kabar salah seorang alumni USD terlibat dalam kegiatan penyebaran berita bohong alias hoaks. “Kenyataan itu sangat kami sesali dan mengusik kami untuk melihat kembali efektifitas kegiatan pendampingan dan pengembangan karakter yang selama ini kami selenggarakan,” tutur Eka kemudian.

Dalam konteks sosial politik dewasa ini, lanjut Eka, hoaks merupakan komoditas yang penyebarannya dapat menjadi salah satu strategi dalam pertukaran wacana memperebutkan pengaruh dan pengikut. Meski pemerintah telah berusaha keras mengatasi masalah itu, misalnya melalui registrasi nomor telepon prabayar, tapi masih banyak cara lain yang bisa ditempuh.

“Untuk kali kesekian kesadaran itu menyadarkan kita semua betapa besar tantangan pendidikan dewasa ini. Mendampingi mahasiswa supaya tak hanya kompeten secara akademik tapi juga mempunyai kesadaran yang tinggi pada tanggungjawab sosialnya, serta kerelaannya untuk berkontribusi kepada sesama,” tandas Eka.

Jumlah total lulusan untuk semua program studi periode Agustus 2017 sampai dengan Januari 2018 sebanyak 994 orang. Dari semua lulusan yang ada, sejumlah 800 orang atau 88,59 persen mengikuti wisuda periode ini. Sebanyak 27 orang berhasil menyandang gelar sebagai lulusan terbaik. Untuk jenjang sarjana, lulusan terbaik atas nama Made Dewinta Cahyaningtyas dari prodi Psikologi dan Ni Nyoman Diastrimarina dari prodi Bimbingan dan Konseling. Keduanya mengantongi IPK (Indeks Prestasi Akademik) 3,94.

Sedangkan untuk magister, sebagai lulusan terbaik Agustinus Herwanto dari prodi Magister Manajemen dan Ari Wibowo dari Magister Teologi. Keduanya mencatat IPK 4 alias sempurna. Dalam usia yang sudah mencapai tahun ke-25 ini USD mengelola sebanyak tujuh fakultas dengan 25 program studi sarjana (S1) delapan program studi magister (S2), tiga program profesi, serta satu program doktor (S3). (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan