ICMI Harus Pandai Berkiprah Sebagai Cendekiawan Sejati

IMG_20161028_163035
Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja 
JOGJA (jurnaljogja.com) – Para anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) diharapkan pandai mengombinasikan ide dan aksi. “ICMI harus pandai berkiprah memainkan peran sebagai cendekiawan sejati yang menkombinasikan ide dan aksi,” kata Ketua Umum ICMI, Prof Dr Jimly Assiddiqie saat pelantikan Pengurus ICMI Wilayah DIY periode 2016 – 2021  di Convention Hall Asri Medical Centre, Jogjakarta, Kamis (20/10) malam.
    Menurut dia, ICMI bukan hanya yang mempunyai kualitas secara formal, namun juga punya kepedulian dan mampu beraksi. Tidak terjebak oleh pengertian ilmuwan secara konvensional yang menitikberatkan wacana tanpa adanya pergerakan.
     Dalam kesempatan itu disampaikan, sebagai  ujung tombak ICMI, Orsat (Organisasi satuan) ICMI yang ada di kampus wajib menggelorakan semangat IPTEK-IMTAQ (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi – Iman dan Taqwa). Adapun kegiatan yang bisa dilakukan Orsat ICMI untuk menggelorakan semangat IPETK-IMTAQ di kampus tersebut bisa berupa “Circle Qur’an and Sains”,  yaitu pengajian yang mengkaji sains dengan Al-Qur’an.
    “Rasionalitas masyarakat harus dibangun. Dan itu kami mulai dari kampus-kampus sebagai tempatnya para cendekiawan. Maka idealnya Orsat ICMI ada di kampus. Kegiatan yang dilakukan mengintegrasikan IPTEK dan IMTAQ, yaitu dengan kajian Sains dan Al-Qur’an yang disebut “Circle Qur’an and Sains. Agenda Islamisasi  Sains Teknologi perlu dibudayakan,” ujarnya.
    Jimly juga mengingatkan bahaya pengajian yang bersifat brainwash di kampus-kampus. Pengajian-pengajian brainwash  ini bermacam-macam bentuknya dan hal ini tidak main-main. “Jangan sampai kita kemasukan aliran-aliran yang tidak jelas seperti ini. Pasalnya tidak hanya kalangan bawah saja yang terseret, tapi juga kalangan cendekiawan yang bergelar resmi pun ikut terseret. Mudah-mudahan dengan hadirnya ICMI ini dapat membantu membangun kesadaran masyarakat akan rasionalitas,” harapnya.
      Ketua Umum terpilih ICMI DIY periode 2016-2021, Herry Zudianto berharap masyarakat DIY siap dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, di  era globalisasi sekarang ini DIY mendapat tantangan eksternal, yaitu kompetisi antardaerah untuk menjadi yang terbaik. “Secara internal, kita juga mendapat tantangan dalam mempertahankan keistimewaan kita. Maka, kita juga harus benar-benar menunjukkan keistimewaan kita. Seperti arah Jogja Renaissance atau pencerahan yakni pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang, dan lingkungan,” katanya seraya menyebutkan  ICMI DIY berperan penting dalam merespons Jogja Renaissance. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan