Ijazah Tak Menjamin Kesuksesan

IMG_20170315_181048
JOGJA – Selembar ijazah dan transkrip akdemik tak otomatis menjamin diperolehnya pekerjaan yang diinginkan, apalagi mendapatkan kesuksesan dalam waktu singkat. Masih diperlukan proses pendidikan kehidupan yang lebih tinggi, lebih sulit, dan jauh lebih lama dibandingkan waktu kuliah.
“Itulah yang dinamakan pendidikan sepanjang hayat di kampus yang dinamakan universitas kehidupan,” pesan Rektor UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) Jogjakarta, Ir Henry Feriadi MSc PhD, kepada segenap wisudawan, pada upacara wisuda di kampus setempat, Sabtu (25/2).
Segenap wisudawan pun harus senantiasa memegang nilai-nilai luhur Duta Wacana, ketaatan pada Allah, berjalan dalam integritas, melakukan yang terbaik, dan melayani dunia. “Nilai-nilai tersebut tak hanya relevan semasa kuliah, tapi tetap dapat dipegang sebagai pedoman saat membangun karier dalam pekerjaan dan pelayanan,” ¬†imbuh Henry.
Pendidikan di UKDW tak hanya mempersiapkan para lulusan untuk siap bekerja secara profesional dan kompeten, tapi juga mampu melayani masyarakat Indonesia, bahkan dunia yang sangat beragam suku, agama, dan ras berdasarkan kasih. “Kasih, menunjukkan karakter pembeda atau pemakna dalam cara berpikir dan bekerja sivitas akademika maupun lulusan UKDW,” tandas Henry.
Pada kesempatan itu rektor mewisuda 152 orang lulusan, terdiri dari 145 lulusan S1 dan 7 dari program studi S2 Ilmu Teologi. Sebanyak 19 wisudawan berhasil meraih predikat cum laude. Empat orang lulusan terbaik, semuanya dari prodi S1 Sisten Informasi. Berturut-turut  Maria Alexandra Christine, Monika Suryadarma, Anggie Curie Kendekallo, dan Wahyu Hadi. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan